
FAST food adalah makanan cepat saji yang disiapkan dan disajikan dalam waktu relatif singkat sehingga praktis dikonsumsi oleh masyarakat dengan aktivitas padat.
Jenis makanan ini meliputi burger, pizza, ayam goreng tepung, kentang goreng, hot dog, dan berbagai makanan olahan lainnya. Fast food umumnya tersedia di restoran cepat saji, gerai makanan, maupun layanan pesan antar.
1. Meningkatkan Risiko Kenaikan Berat Badan
Fast food sering kali mengandung kalori tinggi dalam porsi yang relatif mudah dikonsumsi. Jika asupan kalori secara konsisten melebihi kebutuhan tubuh, berat badan dapat meningkat.
2. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2
Konsumsi fast food yang tinggi kalori dan sering disertai minuman manis dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme, terutama jika menjadi bagian dari pola makan yang kurang seimbang.
3. Meningkatkan Tekanan Darah
Sebagian makanan cepat saji mengandung natrium atau garam dalam jumlah tinggi. Konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah pada sebagian orang.
4. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Pola makan yang sering mengandalkan fast food tinggi lemak jenuh, natrium, dan kalori dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
5. Mengganggu Kesehatan Pencernaan
Fast food yang rendah serat dapat membuat kebutuhan serat harian sulit terpenuhi. Padahal, serat membantu melancarkan buang air besar dan mendukung kesehatan saluran pencernaan.
6. Meningkatkan Risiko Kolesterol Tinggi
Beberapa jenis fast food, terutama yang digoreng atau menggunakan daging olahan dan saus tinggi lemak, mengandung lemak jenuh dalam jumlah cukup tinggi.
7. Menyebabkan Asupan Gizi Tidak Seimbang
Fast food tidak selalu kekurangan zat gizi, tetapi menu yang didominasi makanan cepat saji dapat membuat konsumsi sayuran, buah, dan sumber serat menjadi lebih sedikit.
8. Meningkatkan Risiko Perlemakan Hati
Pola makan tinggi kalori dan gula tambahan, terutama jika disertai kelebihan berat badan, dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak di hati.
9. Mengganggu Kualitas Tidur
Mengonsumsi fast food dalam porsi besar menjelang tidur dapat membuat perut terasa penuh atau tidak nyaman. Makanan tinggi lemak juga dapat memperburuk gejala refluks asam pada sebagian orang.
10. Meningkatkan Risiko Kerusakan Gigi
Fast food yang disertai minuman manis, saus bergula, atau makanan tinggi karbohidrat olahan dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi jika kebersihan mulut tidak dijaga.
11. Meningkatkan Risiko Peradangan Metabolik
Pola makan yang didominasi makanan ultra-proses dan tinggi kalori dapat berkaitan dengan gangguan kesehatan metabolik. Pada sebagian orang, pola tersebut dapat berkontribusi terhadap kelebihan lemak tubuh dan perubahan sejumlah penanda peradangan.
12. Membentuk Kebiasaan Makan yang Kurang Sehat
Fast food mudah diperoleh dan sering dirancang agar praktis serta memiliki rasa yang kuat. Jika menjadi pilihan utama setiap hari, kebiasaan ini dapat mengurangi kesempatan untuk mengonsumsi makanan dengan komposisi gizi yang lebih beragam.
Sering mengonsumsi fast food yang tinggi kalori, garam, gula tambahan, dan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, serta sejumlah masalah kesehatan lainnya. (Z-4)
Sumber: alodokter, halodoc
