
ATLET triatlon Andy Wibowo menilai kualitas latihan menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan performa atlet. Pemilihan perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan latihan juga perlu diperhatikan agar atlet dapat memaksimalkan persiapan sebelum menghadapi perlombaan.
Andy menjelaskan, pengembangan teknologi sepatu lari tidak hanya berfokus pada bobot yang lebih ringan, tetapi juga kemampuan material dalam menghasilkan daya lontar atau energy return. Kemampuan tersebut diharapkan dapat memberikan efek pantulan yang optimal saat pelari melangkah.
“Yang ingin kami maksimalkan pada seri ini adalah kemampuan foam-nya. Kami ingin memaksimalkan daya lontar atau energy return dari foam tersebut, sehingga efek pantulannya bisa benar-benar optimal,” kata Andy di Tangerang, Kamis (22/10).
Menurut Andy, peningkatan material dan performa sepatu diharapkan dapat membantu atlet meningkatkan kualitas latihan. Dengan latihan yang lebih optimal, atlet diharapkan dapat mencapai performa lebih baik ketika menggunakan sepatu khusus perlombaan.
Lunar 2.0, salah satu model terbaru yang diperkenalkan Ortuseight Running, menggunakan dua jenis komponen foam yang juga digunakan sejumlah merek global pada seri sepatu performa tinggi mereka.
“Menurut saya, perkembangannya cukup signifikan. Pada Lunar 2.0, kami sudah berani menggunakan dua jenis komponen foam terbaik yang juga dipakai oleh merek-merek global untuk seri super mereka,” ujar Andy.
Ia menambahkan, peningkatan pada seri terbaru tersebut tidak semata-mata mengejar bobot sepatu yang lebih ringan. Optimalisasi karakteristik foam menjadi perhatian utama untuk mendukung responsivitas dan pantulan saat berlari.
Andy menjelaskan, Lunar 2.0 memiliki ketebalan sol 45 milimeter, melampaui batas maksimal 40 milimeter dalam kompetisi atletik yang menerapkan ketentuan tersebut. Karena itu, sepatu tersebut tidak dapat digunakan atlet elite dalam perlombaan yang tunduk pada aturan tersebut.
Menurut dia, sepatu itu lebih ditujukan untuk menunjang latihan, sedangkan atlet dapat menggunakan sepatu khusus balapan atau race shoes saat bertanding.
“Sepatu ini lebih ditujukan untuk meningkatkan performa saat latihan. Dengan begitu, atlet bisa memaksimalkan kualitas latihannya. Harapannya, ketika mengikuti perlombaan dengan sepatu khusus untuk balapan, performanya juga bisa meningkat,” katanya.
Untuk membantu atlet beradaptasi dengan karakteristik sepatu yang berbeda, Andy menyarankan rotasi perlengkapan berdasarkan kebutuhan latihan. Namun, ia berharap penggunaan sepatu latihan dan sepatu perlombaan dapat menyederhanakan proses tersebut.
“Dengan adanya Lunar 2.0, kami berharap kebutuhan rotasi sepatu bisa lebih sederhana. Dari yang sebelumnya mungkin menggunakan lima sepatu berbeda, sekarang bisa cukup dua, yaitu Lunar untuk latihan dan sepatu race untuk kebutuhan tertentu,” ujarnya.
Sepatu race, lanjut Andy, juga dapat digunakan untuk latihan kecepatan atau speed training. Dengan pembagian fungsi tersebut, atlet diharapkan lebih mudah beradaptasi ketika beralih dari latihan menuju perlombaan.
Pembaruan produk juga dilakukan berdasarkan masukan pengguna seri sebelumnya. Andy mengatakan, salah satu masukan berkaitan dengan bagian lidah sepatu atau tongue yang dinilai perlu ditingkatkan agar tidak mudah bergeser ketika digunakan dalam jarak jauh.
Pada Lunar 2.0, bagian tersebut menggunakan material rajut (knitting) untuk menjaga posisinya tetap stabil. Selain itu, pengembangan material foam diarahkan untuk menghasilkan pantulan yang lebih baik.
Andy berharap pembaruan tersebut dapat mendukung atlet meningkatkan jarak tempuh latihan atau mileage, sekaligus membantu mengurangi risiko cedera.
“Dengan demikian, jarak tempuh atau mileage mereka bisa meningkat, sekaligus membantu mengurangi risiko cedera,” katanya.
Ia juga berharap peningkatan kualitas perlengkapan dapat mendukung perkembangan atlet lokal agar mampu bersaing di tingkat internasional. Menurut dia, atlet yang menggunakan sepatu Ortuseight sudah cukup sering meraih podium di tingkat nasional, termasuk dalam berbagai perlombaan daerah.
“Harapannya, ke depan mereka juga bisa berprestasi di pertandingan-pertandingan internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ortuseight Running memperkenalkan koleksi Spring 2027 bertajuk “ORTUSEIGHT: FROM ROAD TO TRAIL” di Harris Hotel & Convention Serpong, Tangerang, Kamis (22/10).
Koleksi tersebut mencakup kategori road running dan trail running. Pada kategori road running, terdapat Hyperfuse 4.0, Hypersonic 3.0, dan Lunar 2.0. Adapun lini trail running mencakup TerraFUSE, TerraGLIDE, dan TerraPEAK yang dikembangkan untuk menghadapi variasi permukaan, kontur, dan elevasi.
Senior Brand Communication Manager Ortuseight Yuda Amardika mengatakan koleksi tersebut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pelari dalam berbagai aktivitas, mulai dari latihan harian hingga kompetisi dan eksplorasi medan trail.
“Ada alasan fundamental mengapa di Spring 2027 ini kami tidak hanya meluncurkan satu hero product, tetapi membangun satu ekosistem,” kata Yuda.
Seluruh koleksi Running Spring 2027 akan tersedia melalui kanal penjualan resmi Ortuseight, termasuk toko resmi di berbagai lokapasar, aplikasi mobile, situs ortuseight.com, dan jaringan distribusi resmi di Indonesia. (E-4)
