
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, semakin meluas. Belum usai penanganan di Gunung Sumbing, api kini kembali berkobar di kawasan Hutan Lindung Petak 7-4, Gunung Pakuwaja, Dataran Tinggi Dieng, pada Rabu (21/10) petang. Kondisi ini membuat konsentrasi petugas pemadam gabungan terpecah.
Berdasarkan pemantauan pada Kamis (22/10), kebakaran di Gunung Sumbing bahkan telah meluas hingga ke wilayah Kabupaten Magelang dan belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Di saat yang sama, ratusan petugas dan relawan harus membagi kekuatan untuk menangani titik api baru di Gunung Pakuwaja.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, menjelaskan bahwa api di Gunung Pakuwaja sebenarnya sempat muncul pada Senin (19/10), namun kembali berkobar pada Rabu sore. Hingga Kamis dini hari, tim gabungan masih terus berupaya melakukan pemadaman di kawasan tersebut.
“Sebelumnya kebakaran di kawasan Gunung Pakuwaja itu sudah pada Senin lalu, tapi tadi sore kembali terbakar,” ujar Sabarno, Kamis (22/10).
Kendala Medan dan Kelelahan Personel
Kebakaran di Gunung Pakuwaja pertama kali diketahui setelah warga sekitar melaporkan adanya kepulan asap tebal. Setelah dilakukan pengecekan, api ditemukan sudah membesar. Titik api diduga berasal dari sisa kebakaran dua hari sebelumnya yang belum sepenuhnya padam.
Untuk mengantisipasi perluasan api, tim gabungan disebar ke sejumlah titik strategis, termasuk di wilayah Parikesit dan Sembungan. Namun, upaya pemadaman menghadapi tantangan berat di lapangan.
“Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, mulai dari angin kencang hingga kondisi medan yang terjal. Selain itu, personel yang terbatas mulai mengalami kelelahan setelah terus-menerus melakukan penanganan di lapangan,” tambah Sabarno.
Dampak Kerusakan Lahan
Berdasarkan inventarisasi sementara, kebakaran di Gunung Pakuwaja terjadi pada ketinggian sekitar 2.242 meter di atas permukaan laut (mdpl). Luas lahan yang terdampak diperkirakan telah mencapai 5 hektare.
Vegetasi yang hangus terbakar meliputi berbagai jenis tanaman hutan lindung, di antaranya:
- Cemara bintami
- Akasia (Acacia decurrens)
- Pakis
- Krinyu
Sementara itu, di area Gunung Dieng secara keseluruhan, luas lahan yang terdampak karhutla dilaporkan telah mencapai 300 hektare. Petugas hingga kini masih terus berupaya mengendalikan situasi agar api tidak semakin merembet ke kawasan hutan lindung lainnya. (H-2)
