
PROYEK wahana antariksa Space Reactor-1 (SR-1) Freedom buatan NASA mencatatkan kemajuan penting pada komponen terutamanya, yaitu modul tenaga nuklir. Misi ini digadang-gadang akan menjadi wahana pertama dalam sejarah manusia yang mendemonstrasikan daya fisi nuklir serta sistem dorong listrik nuklir (nuclear electric propulsion) di luar orbit Bumi.
Guna mempercepat proses pengembangan, NASA bersama para mitranya telah menyepakati sejumlah langkah kontrak strategis untuk menekan risiko teknis dan menjaga momentum menuju jadwal peluncuran.
“Tindakan kontrak ini tidak hanya mengurangi risiko teknis dan membantu kami mempertahankan momentum menuju peluncuran tahun 2028, tetapi juga memperkuat kolaborasi di antara para mitra kami,” ujar Steve Sinacore, direktur program SR-1 Freedom.
“Langkah-langkah ini menjaga SR-1 Freedom tetap di jalur yang benar dan memastikan kami membangun fondasi terkuat bagi perjalanan bertenaga fisi pertama NASA di luar orbit Bumi, sekaligus mengmbangkan teknologi yang dapat diperluas untuk masa depan nuklir antariksa yang bergairah.”
Pembagian Peran Penggantian Daya dan Reaktor
Modul tenaga nuklir SR-1 Freedom terletak di bagian ujung struktur boom wahana. Sistem ini terdiri dari reaktor fisi yang menghasilkan panas serta sistem konversi daya yang mengubah energi termal tersebut menjadi listrik untuk mengoperasikan instrumen wahana dan pendorong listrik.
Dalam skema kerja sama ini, perusahaan Sierra Lobo Inc. ditunjuk untuk menyediakan sistem konversi daya closed Brayton cycle. Pengembangan, pengujian, hingga operasional perangkat keras tersebut dilakukan di bawah kontrak Space Flight Systems Development and Operations III yang berpusat di Glenn Research Center milik NASA di Cleveland.
Sistem konversi daya buatan Sierra Lobo nantinya diintegrasikan dengan reaktor fisi yang dirancang dan dikembangkan oleh Idaho National Laboratory milik Departemen Energi Amerika Serikat (DOE).
Standar Keamanan dan Misi ‘SkyFall’ di Mars
NASA dan DOE menerapkan standar keselamatan ketat sepanjang proses perancangan hingga pengembangan SR-1 Freedom. Prosedur ini mencakup peninjauan keselamatan antarlembaga, pengawasan berkelanjutan oleh kepala pejabat keselamatan NASA, kepatuhan regulasi, serta analisis toleransi kegagalan nuklir. Selain itu, reaktor nuklir dipastikan berada dalam kondisi tidak aktif (inactive) sampai wahana berhasil meninggalkan orbit Bumi.
Sesuai tenggat waktu, SR-1 Freedom dijadwalkan meluncur pada akhir tahun 2028. Wahana ini mengemban misi ilmiah utama bernama SkyFall, yaitu membawa tiga helikopter Mars yang dikembangkan dari basis desain Ingenuity.
Misi SkyFall bertugas mengumpulkan data ilmiah, memetakan zona eksplorasi, serta mengidentifikasi potensi sumber air di Planet Merah. Teknologi pendorong dan tenaga fisi yang diuji pada SR-1 Freedom juga disiapkan untuk menopang keberlanjutan pangkalan Moon Base di Bulan, terutama saat berada di kawasan yang minim sinar matahari. (NASA/Z-2)
