
PEMERINTAH dan lembaga keamanan siber internasional mengimbau para pengelola situs web di seluruh dunia untuk segera menangani dua celah keamanan kritis pada bahasa pemrograman PHP. Bahasa pemograman ini diketahui menjadi penopang utama sebagian besar infrastruktur internet global.
Kerentanan parah tersebut pertama kali ditemukan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh peneliti siber dari firma Calif dan Wiz, serta peneliti internal OpenAI melalui program Patch the Planet. Perusahaan keamanan siber Wiz menyebut temuan ini sebagai “kerentanan paling parah yang pernah ditemukan” oleh teknologi AI. OpenAI turut menilai isu ini sebagai “salah satu masalah keamanan paling berdampak dalam sejarah terkini.” Celah yang telah tersembunyi selama lebih dari satu dekade ini berhasil teridentifikasi hanya dalam kurun waktu beberapa minggu setelah penggunaan alat AI canggih.
Bocornya detail kerentanan di media sosial pada Selasa memaksa PHP Foundation untuk mempercepat pengumuman resmi dan merilis pembaruan keamanan (patch) pada Rabu sore. Akibat kebocoran informasi tersebut, berbagai lembaga siber dunia, termasuk Badan Keamanan Nasional AS (NSA), National Cyber Security Centre (NCSC) Inggris, serta otoritas siber Uni Eropa, Jepang, dan Australia mengimbau organisasi yang belum sempat memperbarui sistem untuk segera mematikan situs web mereka sementara waktu.
“Kerentanan ini sering kali menyediakan jalur langsung ke sistem berkas atau basis data server,” tulis NSA melalui unggahan di platform X.
“Kerentanan ini berpotensi memberikan akses unauthenticated remote code execution,” ungkap laporan Tim Tanggap Darurat Komputer Uni Eropa (CERT-EU), yang memungkinkan peretas memasang perangkat lunak berbahaya (malware) hingga mengambil alih situs.
Dampak dari ancaman ini memicu langkah antisipasi drastis di berbagai negara. Pemerintah Finlandia mematikan sementara layanan web publiknya, sementara badan keamanan siber Belanda serta lembaga pemerintah seperti Institut Nasional untuk Kesehatan Publik dan Lingkungan (RIVM) dan parlemen Tweede Kamer turut menonaktifkan situs resmi mereka. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga mengimbau publik untuk segera memeriksa apakah situs web mereka menggunakan PHP.
Langkah serupa diambil oleh organisasi global seperti Wikimedia Foundation yang mematikan sejumlah sistem demi tindakan pencegahan. Hal ini menyebabkan sebagian akses ke Wikipedia sempat terganggu. Di samping itu, situs Dewan Kota Edinburgh, platform seni DeviantArt, hingga beberapa halaman program BBC seperti Doctor Who dan The Traitors juga tidak dapat diakses.
Firma keamanan siber Wiz memperkirakan celah ini berdampak pada “sekitar 70%” jaringan internet. Perusahaan keamanan Huntress mengingatkan bahwa PHP digunakan secara luas pada platform populer seperti WordPress, Drupal, Joomla, hingga Magento.
Pakar keamanan siber dari Sophos Counter Threat Unit, Don Smith, menekankan pentingnya mendeteksi keberadaan PHP di seluruh infrastruktur. “Penggunaan PHP sangat meluas, bisa berada di balik situs web publik, sistem manajemen konten, platform hosting, hingga produk pihak ketiga, terkadang tanpa disadari oleh organisasi yang menggunakannya,” ujar Smith.
PHP Foundation telah merilis pembaruan keamanan khusus untuk versi terbaru. Para pengguna PHP versi 8.1 atau yang lebih lama sangat disarankan untuk segera melakukan pembaruan ke versi yang didukung guna menghindari potensi serangan siber. (BBC/Z-2)
