
GANGGUAN pemusatan perhatian dan hiperaktivitas atau attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) tidak hanya berdampak pada fokus harian, tetapi juga memengaruhi fungsi eksekutif otak (executive function). Hambatan ini sering kali membuat pengidap ADHD kesulitan merencanakan jadwal makan, mengingat kebutuhan minum, hingga mengolah makanan secara konsisten.
Dikutip dari EatingWell, dua ahli gizi terdaftar (registered dietitian), Johnna Hartenstine dan Jayden Montejano,membagikan empat strategi kebiasaan makan praktis untuk membantu pengidap ADHD memenuhi asupan nutrisi harian secara teratur dan berkesinambungan.
4 Kebiasaan Makan Praktis bagi Pengidap ADHD
Berikut adalah rekomendasi pola makan yang disesuaikan dengan tantangan fungsi eksekutif pada penderita ADHD:
1. Atur Jadwal Makan Teratur (Setiap 3–4 Jam)
Penggunaan obat stimulan untuk ADHD kerap menurunkan nafsu makan secara signifikan. Hartenstine menyarankan agar penderita tidak menunggu rasa lapar muncul, melainkan menjadwalkan makan secara berkala setiap 3 hingga 4 jam. Asupan nutrisi rutin ini krusial untuk menjaga stabilitas energi, kejernihan berpikir (mental clarity), dan kualitas tidur.
2. Sediakan Air Minum Transparan di Tempat Terjangkau
Lupa minum air merupakan hal umum pada individu ADHD. Solusinya, letakkan wadah atau botol minum transparan di area yang sering terlihat (seperti meja kerja). Botol transparan memudahkan pengidap memantau volume cairan yang sudah dikonsumsi sepanjang hari secara visual.
3. Kombinasikan Protein dan Serat
Memadukan protein dan serat pada setiap porsi makan maupun camilan membantu lambatnya proses pencernaan jika dibandingkan dengan karbohidrat olahan saja. Kombinasi ini efektif menstabilkan kadar glukosa darah dan menjaga rasa kenyang lebih lama.
Contoh Praktis: Menambahkan selai kacang pada roti panggang, menaburkan kacang-kacangan di atas salad, atau mengonsumsi buah apel bersama segenggam kacang.
4. Sederhanakan Proses Memasak dan Mencuci Peralatan
Proses memasak yang rumit sering kali memicu kelelahan mental (mental fatigue). Montejano menyarankan penggunaan bahan makanan siap pakai seperti sayuran potong, bahan pangan beku, kacang kalengan, atau biji-bijian microwaveable. Guna memangkas waktu membersihkan alat makan,penderita juga disarankan menggunakan wadah penyimpan yang bisa langsung dipakai sebagai piring makan.
Catatan Medis dan Tips Membangun Rutinitas Baru
Untuk mempermudah adaptasi, kebiasaan baru ini dapat ditautkan (habit stacking) pada rutinitas yang sudah berjalan,memasang alarm pengingat di ponsel, serta menyimpan camilan bernutrisi di area yang mudah dijangkau mata.
Para ahli menegaskan bahwa perubahan pola makan ini bertujuan mendukung pemenuhan gizi dan kenyamanan harian,bukan sebagai pengganti penanganan medis atau penyembuh ADHD, mengingat belum ada pola makan tunggal yang terbukti secara klinis menyembuhkan kondisi neurodivergen tersebut.
(P-4)
