
KABUPATEN Kudus perlahan bertransformasi dari sekadar kota peziarah dan pusat kuliner menjadi destinasi sports tourism unggulan yang mengintegrasikan tiga potensi utama: warisan budaya (heritage), keasrian alam (nature), serta olahraga berprestasi tinggi (high-performance sports).
Kabupaten di kaki Gunung Muria Jawa Tengah tersebut kini mengukuhkan posisinya sebagai The Ultimate Adventure Playground—sebuah ekosistem pariwisata terpadu yang memadukan atraksi adrenalin, potensi alam pegunungan, dan kearifan lokal.
“Dampak yang terjadi sangat luar biasa, sports tourism ini memberikan efek domino yang nyata bagi Kabupaten Kudus. Melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga, kami ingin menunjukkan bahwa Kudus siap menjadi bagian penting dalam pengembangan sports tourism Indonesia yang menggerakkan perekonomian warga lokal,” ujar Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, melalui keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Rekam Jejak Tuan Rumah Kejuaraan Olahraga Berbagai Cabang
Lompatan Kudus menjadi magnet sports tourism didukung oleh kesiapan fasilitas dan rekam jejak sukses dalam menggelar kejuaraan skala regional, nasional, hingga internasional.
Selain menjadi rumah pembinaan bulu tangkis PB Djarum, Kudus dipercaya memfasilitasi sederet ajang bergengsi nasional, di antaranya:
- PON Bela Diri 2025: Menjadi tuan rumah perdana ajang multi-cabang bela diri nasional.
- MilkLife Soccer Challenge: Turnamen sepak bola putri usia dini.
- Hydroplus Sirkuit Nasional (Sirnas): Kejuaraan bulu tangkis tingkat nasional.
- Kejurnas Panahan (Archery Junior): Ajang pembinaan atlet muda panahan.
- Muria Trail Run & Kudus Relay Marathon: Ajang olahraga lari dan aktivitas outdoor di lereng gunung.
- Puncak Adrenalin: Seri Final 76 Ultimate Downhill 2026 di Ternadi Bike Park
Kesiapan Kudus di kancah olahraga ekstrem akan kembali diuji pada ajang balap sepeda gunung paling bergengsi, 76 Ultimate Downhill 2026 Seri Ketiga, yang dijadwalkan berlangsung di Ternadi Bike Park, Kecamatan Dawe, Kudus, pada 30 Oktober hingga 1 November 2026.
Ternadi Bike Park merupakan salah satu lintasan balap downhill di Indonesia yang telah mengantongi lisensi resmi C1 dari badan induk sepeda dunia, Union Cycliste Internationale (UCI).
Atlet downhill nasional, M. Abdul Hakim, mengagumi tantangan teknis lintasan Ternadi yang berpadu sempurna dengan kekayaan wisata dan kuliner lokal seperti Soto Kerbau dan Kopi Muria.
“Ternadi Bike Park itu punya tempat spesial di hati para rider. Treknya diakui secara internasional (UCI C1) karena menyajikan rintangan yang sangat komplit. Karakteristik tanahnya, variasi section batu, jumping-an, sampai perubahan cuaca khas lereng Muria benar-benar menguji batas kemampuan atlet. Menurut saya kombinasi trek downhill kelas dunia dan atmosfer wisatanya bikin Kudus layak banget disebut sebagai The Ultimate Adventure Playground,” kata Hakim. (H-2)
