Damkar Tasikmalaya Kendalikan Karhutla di 11 Kecamatan, Satu Orang Meninggal
Petugas damkar Kabupaten Tasikmalaya berhasil kendalikan kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Salopa hanguskan lahan 5 hektare, kebakaran tersebut ada dugaan dibakar disengaja sengaja.(MI/Kristiadi)

MUSIM kemarau panjang yang melanda wilayah Tasikmalaya menyebabkan lonjakan signifikan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya di wilayah selatan. Insiden ini tidak hanya menghanguskan belasan hektare lahan, tetapi juga memakan korban jiwa dan menyebabkan kerugian materiil bagi warga.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Agus Toni, mengungkapkan bahwa selama musim kemarau ini tercatat 80 kejadian Karhutla di wilayahnya. Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh tindakan orang tidak bertanggung jawab yang membakar lahan secara sengaja, hingga api menjalar tak terkendali.

“Kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau panjang tercatat 80 kejadian. Dampaknya, satu orang meninggal dunia, 12 ekor domba mati terpanggang, dan lahan palawija milik warga seperti singkong dan jagung mengalami gagal panen,” ujar Agus Toni, Rabu (21/10/2026).

Agus menambahkan, petugas di lapangan menghadapi kendala serius dalam proses pemadaman, terutama sulitnya akses air dan lokasi kebakaran yang saling berjauhan. Meski demikian, api berhasil dikendalikan berkat kerja sama antara petugas Damkar dan warga setempat.

Berdasarkan data UPT Damkar, kebakaran tersebar di 11 kecamatan, meliputi Mangunreja, Salopa, Padakembang, Singaparna, Pancatengah, Cigalontang, Cipatujah, Parungponteng, Sukaresik, Sukaraja, dan Kadipaten. Selain lahan, tercatat 37 unit rumah warga juga hangus terbakar dalam periode yang sama.

Kondisi di Kota Tasikmalaya

Sementara itu, di wilayah Kota Tasikmalaya, intensitas kebakaran juga menunjukkan angka yang tinggi. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova Avatar, menyebutkan sejak Januari hingga Oktober 2026, terdapat 145 kejadian kebakaran lahan dan 58 kasus kebakaran bangunan rumah yang mayoritas dipicu korsleting arus pendek.

“Kebakaran lahan paling banyak terjadi di lahan kosong dan lokasi limbah kayu pabrik di wilayah Urug dan Gunung Putri, Kecamatan Kawalu. Semuanya berhasil dikendalikan oleh petugas,” jelas Budi.

Terkait ketersediaan air untuk armada pemadam, Budi memastikan pasokan di Kota Tasikmalaya masih aman karena memanfaatkan hidran milik RS Hermina. Namun, ia tetap menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tidak membakar sampah di area rumput kering.

“Kami terus mengedukasi warga agar waspada, karena beberapa waktu lalu kebakaran lahan bahkan sempat merembet hingga menghanguskan puluhan makam,” pungkasnya. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *