Satelit Rusia Kosmos 2612 Dekati Satelit AS, Agresi Ruang Angkasa?
Konsep satelit yang dibuat oleh ICEYE, perusahaan multinasional yang menyediakan gambar tiga dimensi permukaan bumi.(ICEYE)

SATELIT misterius milik Rusia dilaporkan melakukan manuver berbahaya dengan mendekati satelit radar komersial Amerika Serikat (AS) yang memberikan citra intelijen kepada militer Ukraina. Meski saat ini satelit Rusia tersebut mulai menjauh, insiden ini memicu alarm kewaspadaan di kalangan analis yang melihatnya sebagai bagian dari pola agresi Rusia di ruang angkasa.

Satelit Rusia yang diidentifikasi sebagai Kosmos 2612 tersebut bergerak sangat dekat dengan ICEYE-X36, satelit radar yang dibangun oleh perusahaan ICEYE. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai niat Rusia: apakah mereka berencana melakukan serangan fisik atau sekadar pengintaian jarak dekat?

Kronologi Pendekatan Berbahaya

Berdasarkan data yang dihimpun, Kosmos 2612 adalah satu dari enam satelit yang diluncurkan dengan roket Soyuz pada April lalu. Rusia tidak memberikan detail spesifik mengenai fungsi satelit-satelit ini, selain memberikan penomoran generik Kosmos 2609 hingga 2614.

Manuver mulai terdeteksi pada 30 September. Integrity ISR, sebuah perusahaan konsultan intelijen, melaporkan bahwa Kosmos 2612 berada di orbit yang hampir sama dengan ICEYE-X36 pada ketinggian sekitar 335 mil di atas Bumi. Pada akhir pekan lalu, jarak keduanya menyempit drastis.

Adam Marsh, Wakil Presiden Solusi Teknis di LeoLabs, menyatakan bahwa satelit Rusia tersebut sempat mendekat hingga jarak hanya beberapa ratus meter. “Satelit itu melakukan banyak manuver untuk mempertahankan posisi pendekatan jarak dekat tersebut,” ujar Marsh.

Catatan Penting: ICEYE-X36 merupakan aset strategis karena perusahaan induknya, ICEYE, telah mentransfer akses konstelasi satelitnya kepada pemerintah Ukraina untuk membantu dalam perang melawan Rusia sejak Agustus 2022.

Motif yang Masih Misterius

Hingga saat ini, tujuan pasti dari manuver Rusia tersebut masih menjadi misteri. Clayton Swope, peneliti senior di Center for Strategic and International Studies (CSIS), menyatakan bahwa ada beberapa kemungkinan skenario.

  • Pengumpulan Data: Kosmos 2612 mungkin dilengkapi peralatan untuk mengambil citra atau menyadap data dari ICEYE-X36.
  • Uji Coba Senjata: Ada kekhawatiran satelit tersebut membawa proyektil atau senjata antariksa lainnya.
  • Intimidasi: Menunjukkan bahwa satelit komersial pun kini menjadi target yang sah dalam konflik modern.

Menariknya, mundurnya Kosmos 2612 terjadi tak lama setelah keputusan politik di Washington. Swope mencatat ada kemungkinan kaitan antara mundurnya satelit tersebut dengan keputusan Presiden Trump pada Jumat untuk menunda sanksi baru terhadap Rusia. “Mungkin ini kebetulan, tapi bagi saya, rasanya pasti ada semacam keterkaitan di sana,” tambahnya.

Eskalasi di Orbit Bumi

Data terbaru dari LeoLabs pada Senin (19/10) sore menunjukkan jarak antara kedua satelit telah meningkat menjadi lebih dari 250 mil dan terus menjauh. Meski demikian, para pengamat ruang angkasa tetap waspada. Kosmos 2612 dapat dengan mudah mendekat kembali, atau lima satelit Kosmos lainnya yang diluncurkan April lalu bisa melakukan hal serupa.

Insiden ini menandai eskalasi permainan ‘kucing dan tikus’ di ruang angkasa yang selama ini didominasi oleh satelit militer, tetapi kini mulai menyasar infrastruktur komersial yang mendukung operasi pertahanan sebuah negara. (New York Times/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *