
ATLET para atletik Indonesia, I Kadek Dwi Purwana Yasa (Kadek Yasa), sukses menorehkan prestasi gemilang dengan memecahkan rekor dunia pada ajang Asian Para Games 2026. Meski demikian, Yasa mengaku catatan rekor tersebut sebenarnya masih di bawah hasil yang biasa ia capai saat sesi latihan.
Bertanding di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Jepang, pada Selasa (20/10), Yasa meraih medali emas di nomor lempar lembing putra F57 dengan lemparan sejauh 49,75 meter. Hasil ini sekaligus mempertajam rekor dunia atas namanya sendiri, yakni 48,68 meter yang dicetak di Meksiko pada Juli 2026.
“Lemparan saya saat latihan itu bisa sampai 50 meter lebih,” ujar atlet berusia 18 tahun tersebut saat ditemui usai pertandingan final.
Yasa mengungkapkan bahwa dirinya sudah tampil tanpa beban dalam pertandingan tersebut. Namun, ia mengakui adanya tantangan untuk membawa performa maksimal dari tempat latihan ke arena turnamen resmi. Menurutnya, banyak faktor yang memengaruhi hasil akhir dalam sebuah kejuaraan besar.
Pencapaian di Nagoya ini menjadi modal penting bagi Yasa dalam menatap kompetisi yang lebih tinggi, yakni Paralimpiade Los Angeles 2028. Ia menegaskan bahwa atmosfer persaingan dan mental juara yang diasah di Asian Para Games akan menjadi bekal berharga, terutama karena ia harus beradaptasi dengan perubahan nomor pertandingan.
“Meskipun akan beralih ke nomor lempar lembing karena nomor lempar cakram ditiadakan dalam Olimpiade (Paralimpiade), atmosfer persaingan di ajang multi cabang termasuk mental juara menjadi bekal penting,” tambahnya.
Keberhasilan Kadek Yasa ini menambah koleksi medali emas kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026 menjadi empat keping emas. Indonesia masih memiliki peluang besar untuk menambah pundi-pundi medali melalui sejumlah atlet unggulan yang akan bertanding di babak final pada hari-hari mendatang.
