
KEMENTERIAN Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memberikan pendampingan intensif kepada 55 pelaku usaha ekonomi kreatif di Batam guna meningkatkan daya saing produk lokal. Melalui program Aktivasi Creative Hub: Workshop Sinergi Desain yang digelar di Natuna Function Room, Batam, Senin (19/10), para peserta dibekali strategi penguatan desain, kemasan, hingga pemasaran digital.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa pendampingan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas produk daerah agar mampu berbicara di kancah yang lebih luas. Penguatan pada aspek visual dan strategi pemasaran diharapkan menjadi kunci bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar.
“Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya kami untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk ekonomi kreatif, khususnya melalui penguatan desain, kemasan, dan strategi pemasaran. Kami ingin pelaku usaha di daerah tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga menjadi local hero, lalu national champion, dan go global,” ujar Teuku Riefky Harsya.
Direktur Arsitektur dan Desain Kementerian Ekraf, Megawati Panjaitan, menambahkan bahwa program ini mengedepankan praktik langsung. Dengan menghadirkan pakar di bidang arsitektur dan desain, pelaku ekraf diharapkan mendapatkan wawasan nyata untuk memberikan nilai tambah pada produk mereka agar benar-benar bisa “naik kelas”.
Inovasi Desain dan Pemanfaatan Potensi Lokal
Dalam sesi desain, peserta mempelajari bagaimana kemasan memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Desainer komunikasi visual, Edo Tirtadarma, menekankan pentingnya informasi produk yang jelas dan desain yang menarik untuk membangun kepercayaan pembeli. Ia juga mendorong pemanfaatan keunikan lokal, seperti limbah gonggong khas Batam, sebagai inspirasi identitas produk yang membedakan dari kompetitor.
Rika, pemilik merek parfum Youidn yang menjadi salah satu peserta, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai pengembangan kemasan. “Kegiatan Creative Hub ini sangat positif karena menjadi wadah bagi kami untuk saling berkomunikasi, bertukar pengalaman, serta membangun relasi. Program ini sangat bermanfaat dalam menambah wawasan kami sebagai pelaku UMKM mengenai strategi mengembangkan usaha agar tumbuh lebih baik,” ungkap Rika.
Integrasi Pemasaran Digital
Selain desain, aspek pemasaran digital menjadi fokus utama. Narasumber Ardyansyah memaparkan pentingnya integrasi antara branding, marketing, dan selling. Dalam materinya, ia menjelaskan penggunaan Instagram dan TikTok untuk pengenalan produk, WhatsApp Business untuk komunikasi pelanggan, serta optimalisasi marketplace sebagai kanal transaksi utama.
Untuk memastikan materi terserap dengan baik, para peserta mendapatkan kesempatan konsultasi privat (one-on-one) dengan narasumber. Sesi ini mencakup evaluasi mendalam terhadap desain, kemasan, dan strategi pemasaran masing-masing produk peserta.
Dukungan juga datang dari akademisi. Wakil Direktur II Batam Tourism Polytechnic, Syafruddin Rais, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan profesional. Menurutnya, sinergi ini sangat penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Batam.
Melalui inisiatif ini, Kementerian Ekraf berharap lahirnya produk-produk unggulan daerah yang memiliki identitas kuat dan nilai tambah tinggi, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat secara luas. (I-1)
