Persib Berikan Pendampingan Psikologis bagi Pemain U-18 Pascakekerasan
Ilustrasi(Dok. Persib )

PERSIB memberikan pendampingan psikologis kepada para pemain U-18 setelah tim mengalami insiden kekerasan beberapa waktu lalu. Langkah ini diambil untuk membantu pemain memulihkan kondisi emosional, membangun kembali rasa aman, serta meningkatkan kepercayaan diri menjelang pertandingan berikutnya.

Kegiatan psikoedukasi tersebut digelar di Royal Box, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, pada Selasa (20/10). Agenda ini menghadirkan psikolog klinis dan olahraga, Rizka Safitri, dengan melibatkan pemain, tim pelatih, staf, hingga orang tua pemain.

Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, memaparkan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan pemain muda tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis dan fisik, tetapi juga kondisi mental. Dukungan psikologis dinilai krusial agar para pemain dapat melewati pengalaman sulit dan kembali beraktivitas dengan rasa aman.

“Bagi kami, pemain adalah bagian penting dari keluarga besar Persib. Karena itu, perhatian manajemen tidak hanya berfokus pada perkembangan mereka di lapangan, tetapi juga pada kondisi psikologis, rasa aman, dan kesejahteraan mereka,” tutur Adhi.

Menurutnya, setiap individu memiliki proses pemulihan yang berbeda. Oleh karena itu, Persib menyediakan ruang pendampingan untuk membantu pemain mengelola respons emosional. Manajemen berharap dukungan dari keluarga dan lingkungan tim dapat mempercepat proses pemulihan secara bertahap.

Program ini mendapat sambutan positif dari pelatih Elite Pro Academy (EPA) Persib, Imam Arief Fadhillah. Ia menilai pendampingan mental adalah bagian integral dalam pembinaan pemain muda yang sedang mengejar cita-cita di dunia sepak bola.

“Pengalaman kemarin tentu bukan sesuatu yang mudah bagi mereka, terlebih di usia yang masih muda. Walaupun latihan sudah kembali berjalan, kami memahami bahwa kondisi psikologis setiap pemain perlu tetap diperhatikan,” jelas Imam.

Salah satu pemain Persib U-18, Muhammad Erlangga Fajriawan, mengaku kondisi fisiknya semakin membaik dan telah kembali berlatih. Ia kini berupaya menjaga fokus untuk menghadapi pertandingan mendatang.

“Alhamdulillah, kondisi fisik saya semakin baik. Saya berusaha untuk tidak terus-menerus memikirkan kejadian kemarin dan mencoba fokus menjalani aktivitas ke depan,” ungkap Fajriawan.

Dua Sesi Pendampingan

Pendampingan psikologis ini dilaksanakan melalui dua sesi utama:

  1. Edukasi Support System: Melibatkan orang tua dan tim pelatih untuk menekankan pentingnya dukungan emosional, komunikasi terbuka, dan penciptaan lingkungan aman selama proses pemulihan.
  2. Konseling Kelompok dan Stabilisasi Emosi: Difokuskan bagi para pemain bersama psikolog, mencakup pengelolaan respons emosional serta penguatan kesiapan mental menjelang pertandingan tandang.

Melalui inisiatif ini, Persib menegaskan bahwa pembinaan pemain muda tidak hanya berorientasi pada prestasi di lapangan, tetapi juga mencakup aspek keselamatan, kesejahteraan, dan perkembangan mental setiap individu. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *