Film Laut Bercerita Angkat Perjuangan Aktivis Muda dan Relevansi Ketidakadilan Masa Kini
film Laut Bercerita(MI/Naura Putri Aflia)

MAYORITAS pecinta sastra Indonesia sudah akrab dengan alur dan tema dari novel karya Leila S. Chudori bertajuk Laut Bercerita, yang dikenal sebagai kisah perlawanan para aktivis-aktivis muda. 

Novel tersebut kini digarap menjadi sebuah film oleh Yosep Anggi Noen, dan akan membawakan tema yang serupa. Sama seperti novelnya, perjuangan para aktivis muda terutamanya mahasiswa, akan kembali dikisahkan melawan ketidakadilan dalam negara  pada media visual.

Dalam press conference film Laut Bercerita di hari Selasa (20/10), Yosep Anggi Noen selaku sutradara film Laut Bercerita bersama Reza Rahadian selaku pemain utama dalam film tersebut, menekankan betapa pentingnya peran serta semangat para aktivis pemuda dan relevansi alur kisah film Laut Bercerita di era saat ini. 

“Sejak awal, kejiwaan yang ingin dibangun film ini adalah kejiwaan anak muda. Kehadiran anak-anak muda yang mencoba menunjukkan rasa cintanya pada negeri ini, tetapi dalam situasi yang tidak disukai oleh penguasa di zaman itu,” ucap Yosep yang menjelaskan inspirasi dasar digarapnya film tersebut.

Menurutnya, anak muda identik dengan gairah luar biasa dalam menggunakan bahasa dan tindakan mereka sendiri ketika menjadi pergerak perjuangan negara yang mereka cintai.

Yosep menekankan bahwa sebelum adanya Sumpah Pemuda pun, yang selalu menjadi penggerak aksi pembentuk bangsa dan negara Indonesia adalah para pemuda.

“Jadi menurut saya yang paling penting adalah memelihara semangat pemuda ini terus menerus. Kalau berbicara tentang relevansi film, ketidakadilan sayangnya yang masih ada,” ujar Yosep.

“Tapi kita harus melihat bahwa ada satu relevansi besar, yaitu semangat pemuda tidak pernah padam,” tambahnya.

Reza Rahadian turut menambahkan pendapatnya mengenai kepentingan menanam semangat bagi para pemuda aktivis.

“Film ini turut memelihara harapan pada suara-suara anak muda, harapan pada bagaimana sikap mereka yang bisa kritis dan berbagai macam hal yang bahkan memberikan pelajaran bagi generasi sebelumnya,” tutur Reza. 

Bagi Reza, selama ada anak-anak muda yang terus menyuarakan hal-hal penting, maka hadir juga keyakinan bahwa harapan bagi bangsa masih ada. Menurutnya, sampai kapanpun itu, negara dan masyarakatnya akan terus membutuhkan suara dan tindakan para anak pemuda.

“Ketidakadilan itu terjadi secara global, kita bisa melihat pergerakan-pergerakan anak muda di belahan dunia lain yang turut memperjuangkan hak yang sangat mendasar seperti hak atas pendidikan dan hak atas kehidupan yang layak,” ungkap Reza Rahadian.

Reza mengungkap bahwa masalah datang apabila suara-suara para anak muda menjadi sesuatu yang perlu dibungkam. 

“Bagi saya, justru mereka yang memiliki kemampuan mengambil keputusan dan duduk di kursi kepemimpinan harus membuka ruangan bagi para pemuda selebar-lebarnya,” jelasnya.

Suara anak muda berfungsi sebagai pengingat apabila suatu aspek kehidupan perlu dikritisi dan diperbaiki.



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *