
PEMERINTAH Prancis resmi memperluas penerapan jam malam dari Paris ke sejumlah kota besar lainnya, termasuk Nice, Lyon, dan wilayah Gironde. Langkah tegas ini diambil menyusul aksi protes akhir pekan yang diwarnai kekerasan, vandalisme, dan penjarahan massal.
Berdasarkan laporan BFMTV pada Senin (20/10/2026), kebijakan ini bertujuan untuk memulihkan ketertiban umum setelah demonstrasi nasional memprotes kenaikan biaya hidup dan harga bahan bakar berakhir ricuh. Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mencatat sekitar 550.000 orang berpartisipasi dalam 110 aksi demonstrasi di seluruh negeri pada Sabtu lalu, dengan 110.000 orang di antaranya terkonsentrasi di Paris.
Detail Wilayah dan Ketentuan Jam Malam
Penerapan jam malam memiliki ketentuan yang bervariasi di setiap wilayah, baik yang menyasar seluruh penduduk maupun khusus untuk anak di bawah umur. Berikut adalah rincian pembatasan keamanan yang diberlakukan:
| Wilayah/Kota | Waktu Berlaku | Ketentuan Khusus |
|---|---|---|
| Paris (Place de la Republique & Les Halles) | 22.00 – 06.00 | Berlaku untuk seluruh penduduk; larangan demo mulai 20.00. |
| Lyon (Kawasan Presqu’ile) | 21.00 – 06.00 | Berlaku di pusat kota. |
| Nice (Pusat Kota) | 21.00 – 06.00 | Khusus anak di bawah umur. |
| Gironde (Prancis Barat Daya) | 22.00 – 07.00 | Anak di bawah umur tanpa pendamping (hingga 26 Oktober). |
| Utara (Lille, Douai, Wattignies) | 20.00 – 06.00 | Berlaku selama dua malam. |
| Denain | 21.00 – 06.00 | Berlaku hingga 25 Oktober. |
Respons Pemerintah dan Penegakan Hukum
Wali Kota Nice, Eric Ciotti, menegaskan bahwa kebijakan ini mendesak untuk melindungi warga dari “gerombolan perusuh” yang merusak fasilitas kota. Sementara itu, di wilayah Gironde, otoritas setempat memfokuskan pembatasan pada area yang paling terdampak penjarahan pada 17 Oktober lalu.
Perdana Menteri Sebastien Lecornu menyatakan telah menginstruksikan para prefek untuk menerapkan jam malam secara terbatas dan terukur. Selain langkah keamanan, Lecornu mengumumkan dimulainya operasi hukum besar-besaran untuk menindak pelaku kekerasan. Tercatat, sekitar 400 orang telah ditangkap secara nasional terkait kerusuhan tersebut.
Sebagai kompensasi atas dampak ekonomi, pemerintah juga menyiapkan langkah pengurangan jam kerja bagi perusahaan yang terdampak penjarahan dan kerusakan. Selain jam malam, pembatasan kegiatan berkumpul juga telah diberlakukan di Marseille guna mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut. (Anadolu/Ant/I-1)
