
MENJADI dokter pribadi bagi Presiden Amerika Serikat tergolong tugas dengan tekanan tinggi. Namun bagi dokter Sean Barbabella, tantangan terbesarnya mungkin menghadapi pasien yang tidak selalu menuruti nasihat medis. Sebagai dokter utama Donald Trump, Barbabella harus mengelola kesehatan seorang presiden berusia 80 tahun yang memiliki pandangan sendiri atas pengobatannya.
Ketegangan antara saran medis dan kepatuhan pasien ini terlihat jelas dalam rapat umum di Ohio bulan ini. Trump secara terbuka mengaku mengonsumsi aspirin empat kali lipat dari dosis yang direkomendasikan dokternya.
“Mereka bilang, ‘Tuan, Anda tidak butuh itu.’ Saya jawab, ‘Bantu saya, saya sudah baik-baik saja selama 35 tahun, biarkan saya sendiri,'” ujar Trump di depan pendukungnya.
Tantangan Merawat Presiden Tertua
Barbabella memikul tanggung jawab besar merawat presiden tertua yang pernah dilantik dalam sejarah AS. Sesuai protokol, Barbabella atau tim medis lain harus berada tidak lebih dari tiga menit dari presiden setiap saat. Ia satu dari sedikit pejabat yang memiliki pengetahuan lengkap tentang kesehatan Trump dan bertanggung jawab atas informasi yang dirilis ke publik.
Namun, transparansi laporan medis tersebut menuai kritik. Beberapa dokter yang meninjau pengungkapan medis Trump untuk The Wall Street Journal menyebutkan bahwa laporan tersebut menghilangkan metrik kunci untuk mengukur kebugaran secara keseluruhan.
Barbabella, yang menandatangani laporan tahunan tersebut, mendeskripsikan kesehatan Trump sebagai sangat baik. Ia bahkan menyertakan detail seperti kemenangan rutin dalam turnamen golf.
Rekam Jejak Doc in the Box yang Teruji Tempur
Latar belakang Barbabella sebagai dokter militer menjadi alasan utama ia terpilih. Pria berusia 56 tahun ini ialah dokter spesialis kedokteran darurat yang pernah bertugas di garis depan Afghanistan. Ia dikenal memiliki ketenangan luar biasa di bawah tekanan, kualitas yang dianggap krusial bagi presiden yang sering menjadi target ancaman keamanan.
Dr. James L. Hancock, rekan sejawatnya di Afghanistan, menggambarkan Barbabella sebagai sosok yang introvert, rendah hati, tetapi sangat percaya diri. “Dia pria pendiam yang menyelesaikan pekerjaan,” kata Hancock.
Karier militernya dimulai setelah lulus dari A.T. Still University Kirksville College of Osteopathic Medicine pada tahun 1996 dengan gelar Doctor of Osteopathic Medicine (D.O.). Ia sempat bertugas di unit medis bergerak yang disebut Mobile Trauma Bay atau doc in the box–ruang gawat darurat lapis baja di atas roda yang dibawa sedekat mungkin ke garis depan pertempuran untuk menyelamatkan nyawa prajurit.
Kritik atas Transparansi Medis
Meskipun Gedung Putih menyatakan telah transparan, para ahli sejarah medis kepresidenan seperti Dr. Ludwig M. Deppisch mengingatkan bahwa presiden memiliki tanggung jawab unik untuk memberikan laporan rinci. “Presiden tidak memiliki kekebalan dari pengungkapan penuh kesehatannya karena ia memegang keselamatan dan kesejahteraan rakyat Amerika di tangannya,” tegas Deppisch.
Kritik muncul karena laporan Barbabella pada April dan Oktober 2025 cenderung menggunakan kata-kata superlatif seperti luar biasa tanpa menyertakan data spesifik, seperti ejection fraction (ukuran pompa jantung) yang pernah dirilis oleh dokter sebelumnya pada masa jabatan pertama Trump.
Kini, dengan pangkat Laksamana Muda yang baru disandangnya, Barbabella tetap menjadi sosok kunci di lingkaran dalam Trump, menjaga keseimbangan antara privasi medis sang presiden dan hak publik untuk mengetahui kondisi pemimpin mereka. (The Washington Post/I-2)
