
GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan Pemda DIY siap mendukung upaya pelestarian budaya Jawa di Suriname melalui kolaborasi pengisian materi kebudayaan pada siaran radio dan televisi di negeri yang ada di Amerika Selatan tersebut. Hal tersebut disampaikan Gubernur DIY ketika menerima kunjungam Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Suriname Agus Priono di Kantor Gubernur DIY GedhONG Wilis, Senin (19/10).
Usai pertemuan tersebut Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan, Sri Sultan memberikan arahan kepada Pemda DIY untuk mendukung KBRI Suriname dalam upaya pelestarian budaya Jawa.
“Tadi juga Bapak Gubernur minta support dari kita. Nanti kita akan siapkan bahan-bahannya melalui Bu Dian, Kepala Dinas Kebudayaan, untuk mengisi acara, baik itu di radio maupun di TV yang ada di sana,” tuturnya.
Ni Made menjelaskan, dukungan yang disiapkan Pemda DIY ke depan dapat dikemas dalam beragam bentuk materi yang mengikuti perkembangan budaya agar tetap menarik dan tidak monoton. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan dalam memperkenalkan budaya Yogyakarta kepada masyarakat Suriname, khususnya generasi muda, sehingga dapat mendorong ketertarikan mereka untuk mengenal dan mendalami budaya Jawa.
“Saya kira (kolaborasi/dukungan materi) dengan beraneka ragam ya, ini kan berkembang terus ya budaya itu dan tidak membosankan. Mungkin juga ini akan mempengaruhi minat masyarakat di Suriname untuk lebih mendalami budaya Jawa,” jelas Ni Made.
Sedangkan Duta Besar RI untuk Republik Suriname, Agus Priono mengungkapkan, hingga kini, adat dan budaya Jawa di Suriname masih terjaga. Di Suriname, masyarakat keturunan Indonesia merupakan kelompok etnis terbesar ketiga. Dari total penduduk sekitar 630 ribu jiwa, sekitar 17 persen atau kurang lebih 80 ribu jiwa merupakan keturunan Indonesia, dengan mayoritas berasal dari Jawa.
Namun, kondisi tersebut belum diiringi dengan tingginya minat generasi muda untuk mengenal dan mendalami budaya dari leluhurnya. Oleh karena itu, hal tersebut menjadi salah satu landasan diadakannya pertemuan, guna merumuskan strategi kerja sama bersama Pemda DIY dalam pelestarian budaya dan tradisi Indonesia, khususnya Jawa, di Suriname.
“Saya sampaikan ke Pak Gubernur bahwa Alhamdulillah adat budaya Jawa itu masih lestari, masih bagus di Suriname. Namun ada tren kepeminatan untuk generasi muda itu semakin menurun. Sehingga tadi saya minta bantuan Pak Gubernur diskusi bagaimana supaya sama-sama kita mengupayakan budaya, tradisi Indonesia, utamanya Jawa itu tetap semakin lestari di Suriname,” ungkap Agus.
Ia menambahkan hal lain yang menjadi topik diskusi diantaranya; mengharapkan dukungan DIY dalam pelaksanaan misi kebudayaan dan berpartisipasi dalam Indo Fair, agenda tahunan yang pada penyelenggaraan terakhir tercatat dihadiri hingga 14 ribu masyarakat Suriname serta menjajaki kolaborasi untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Jawa melalui media radio dan televisi di Suriname.
Untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap budaya Jawa, KBRI Suriname turut melakukan promosi kebudayaan dengan memanfaatkan potensi lokal, salah satunya melalui musik pop Suriname yang dipadukan dengan nuansa Jawa. Upaya ini dilakukan agar promosi budaya Indonesia tetap relevan dan dekat dengan masyarakat setempat.
“Kita gali dari lokal. Tapi nuansanya, semangatnya adalah promosi Indonesia, promosi Jawa di Suriname,” kata Agus. (H-4)
