Wabup Manggarai Barat Minta Mawatu Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, saat menghadiri pembukaan awal (soft opening) Mawatu pada Jumat (16/10/2026) lalu.(Dok. Mawatu)

PEMERINTAH Kabupaten Manggarai Barat menekankan pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal seiring mulai beroperasinya kawasan komersial Mawatu di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kehadiran kawasan tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha dan memperluas aktivitas ekonomi masyarakat setempat di tengah perkembangan sektor pariwisata.

Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri pembukaan awal (soft opening) Mawatu pada Jumat (16/10).

Menurut Yulianus, pengembangan kawasan komersial di Labuan Bajo perlu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya melalui kesempatan kerja dan keterlibatan pelaku usaha lokal.

“Sejak awal proyek ini, saya selalu berpesan agar tenaga kerja lokal diperhatikan, dan sekarang saya lihat banyak anak-anak daerah bekerja di Mawatu, bahkan proses seleksi kerjanya sampai melibatkan 500 peserta,” ujar Yulianus.

Ia mengapresiasi keterlibatan tenaga kerja daerah dalam operasional kawasan tersebut. Namun, ia juga berharap pertumbuhan investasi di Labuan Bajo dapat terus diikuti dengan terbukanya kesempatan ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Labuan Bajo terus berkembang, baik sebagai destinasi wisata maupun sebagai tempat masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari. Kehadiran Mawatu diharapkan dapat melengkapi perkembangan tersebut, sekaligus membuka peluang ekonomi inklusif bagi para pelaku usaha dan tenaga kerja setempat untuk tumbuh bersama,” katanya.

Puluhan Tenant Mulai Beroperasi

Pembukaan awal Mawatu ditandai dengan prosesi adat, pertunjukan tari, serta kegiatan yang dihadiri unsur pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan mitra pengembangan kawasan.

Sejumlah usaha kuliner dan ritel mulai menjalankan operasionalnya. Di sektor kuliner, tenant yang telah beroperasi antara lain Alma, La Cucina, Tandoor, dan Charis Sei. Sementara itu, sektor ritel diisi oleh Sensatia, Guardian, Wakai Go, dan Alfamart.

Kawasan tersebut juga menyediakan area Street Bar yang menampung pelaku usaha lokal dan nasional, termasuk usaha suvenir, kerajinan, serta makanan dan minuman.

Beroperasinya sejumlah tenant menjadi tahap awal aktivitas komersial di Mawatu. Meski demikian, jumlah tenaga kerja lokal yang telah terserap serta proporsi pelaku UMKM setempat yang terlibat belum dirinci dalam informasi yang disampaikan pengelola.

Shuttle Gratis Hubungkan Kawasan dengan Hotel

Selain membuka aktivitas usaha, pengelola Mawatu menyediakan layanan transportasi shuttle gratis yang menghubungkan kawasan dengan sejumlah hotel di Labuan Bajo.

Rencana rute layanan tersebut juga mencakup titik transportasi strategis, antara lain Pelabuhan Marina dan Bandara Internasional Komodo. Namun, jadwal operasional dan cakupan rute lengkap belum dijelaskan.

Head of Business Unit Tourism Vasanta Group, Jonathan Budiman, mengatakan layanan tersebut disiapkan untuk mendukung akses masyarakat dan wisatawan menuju kawasan.

“Kami ingin Mawatu menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dan wisatawan saat menikmati Labuan Bajo,” ujar Jonathan.

Ia menjelaskan, keberadaan fasilitas kuliner, ritel, dan transportasi merupakan bagian dari pengembangan aktivitas kawasan yang ditujukan bagi warga maupun wisatawan.

Pengoperasian awal Mawatu menambah aktivitas komersial di Labuan Bajo. Ke depan, kontribusinya terhadap perekonomian daerah akan bergantung antara lain pada penyerapan tenaga kerja setempat, keterlibatan pelaku usaha lokal, serta keberlanjutan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *