
PEMANFAATKAN kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi rekayasa digital kini menjadi kunci utama bagi industri manufaktur Indonesia untuk meningkatkan produktivitas serta memperkuat daya saing global. Meski demikian, perjalanan menuju transformasi digital sepenuhnya masih terganjal oleh sejumlah tantangan klasik, mulai dari ketergantungan pada teknologi impor hingga kesenjangan kompetensi sumber daya manusia (SDM).
Hal tersebut mengemuka dalam acara SOLIDWORKS Innovation Day 2027 (SWID’27) yang diselenggarakan PT AppliCAD Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (15/10). Kegiatan bertema “SOLIDWORKS. SUPERCHARGED.” ini menjadi wadah bagi para pelaku industri dan praktisi rekayasa untuk membedah perkembangan teknologi desain, simulasi, dan integrasi AI dalam pengembangan produk.
Ketua Tim Pengembangan Indonesia Manufacturing Center (IMC) dari Direktorat Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian, Kementerian Perindustrian, Heru Widiatmoko, menekankan bahwa transformasi digital adalah keharusan. Namun, ia menggarisbawahi tiga masalah utama yang masih menghantui sektor manufaktur nasional:
- Ketergantungan tinggi terhadap teknologi dan komponen impor.
- Kesenjangan kompetensi tenaga kerja dalam mengadopsi teknologi terbaru.
- Tingginya biaya serta durasi waktu yang lama dalam proses pengembangan produk.
Inovasi AI dalam SOLIDWORKS 2027
Menjawab tantangan tersebut, PT AppliCAD Indonesia memperkenalkan SOLIDWORKS 2027 yang kini dibekali kemampuan AI untuk mengoptimalkan pekerjaan rekayasa. Teknologi ini menghadirkan AI Virtual Companions, yaitu AURA sebagai Virtual Explorer dan LEO sebagai Virtual Engineer.
Fitur AI ini memungkinkan para insinyur membuat tampilan komponen terurai (exploded view) hanya melalui perintah bahasa alami. Selain itu, sistem dapat secara otomatis menilai dampak perubahan komponen terhadap keseluruhan desain produk. Kendati canggih, Application Engineer PT AppliCAD Indonesia, Nugroho, menegaskan bahwa AI tidak akan menggantikan peran manusia.
“SWID’27 kami hadirkan agar industri bisa merasakan langsung bagaimana AI di SOLIDWORKS 2027 mempercepat rekayasa tanpa menggantikan peran engineer. Tenaga ahli tetap menjadi pengambil keputusan teknis dan bertanggung jawab atas validasi hasil rekayasa,” ujar Nugroho.
Simulasi untuk Efisiensi Produksi
Selain AI, teknologi simulasi menjadi pilar penting lainnya. Application Engineer AppliCAD, Rifan Suharyadi, menjelaskan penggunaan SOLIDWORKS Simulation yang memungkinkan evaluasi mendalam sebelum produk masuk ke lini produksi. Hal ini mencakup pengujian kekuatan struktur, faktor keamanan, hingga karakteristik aliran fluida.
Dengan simulasi ini, potensi kegagalan teknis dapat dideteksi sejak tahap perancangan, sehingga proses pengembangan menjadi lebih terukur dan efisien secara biaya.
Data Pelaksanaan SWID’27
| Kategori | Detail Informasi |
|---|---|
| Penyelenggara | PT AppliCAD Indonesia |
| Lokasi & Waktu | Cikarang, Jawa Barat | Kamis, 15 Oktober |
| Total Peserta | 140 Orang (89 Luring, 51 Daring) |
| Pilar Utama | Kolaborasi, Kecerdasan, dan Pertumbuhan |
| Fitur Unggulan AI | AURA (Virtual Explorer) & LEO (Virtual Engineer) |
Acara yang digelar secara hibrida ini juga melibatkan kolaborasi dengan Dassault Systèmes, Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia (PII), serta menyediakan AI Experience Zone. Melalui inisiatif ini, diharapkan industri manufaktur nasional dapat lebih adaptif terhadap teknologi digital guna mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. (Z-1)
