PBSI Dorong Pengenalan Bulutangkis Usia Dini demi Regenerasi Atlet
Festival SenengMinton 2026 di Kudus diikuti 360 siswa SD/MI.(PBSI)

Pembinaan atlet bulutangkis Indonesia terus diperkuat melalui pendekatan konsisten sejak usia sekolah dasar. Upaya pengenalan cabang olahraga ini secara menyenangkan kian digencarkan guna menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap bulutangkis sebelum mereka melangkah ke jenjang profesional.

Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui gelaran Festival SenengMinton 2026 yang berlangsung di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah. Sebanyak 360 siswa kelas 1 hingga 3 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) berkumpul untuk mengasah keterampilan dasar bulutangkis lewat konsep permainan. Kudus menjadi kota keempat dalam rangkaian ajang ini setelah sebelumnya sukses digelar di Purwokerto, Magelang, dan Solo.

Ketua Umum PP PBSI, Fadil Imran, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi dan inisiatif Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam menggerakkan ekosistem olahraga dari akar rumput.

“Mulai dari usia dini, ketika adik-adik mengenal dan bermain bulutangkis, kemudian tumbuh rasa cinta hingga memiliki keinginan untuk menjadi atlet berprestasi. Ini menjadi ekosistem yang harus kita dukung dan kembangkan,” ujar Fadil dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).

Pendekatan Bertahap dan Menyenangkan

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menekankan pentingnya membangun rasa senang terlebih dahulu sebelum anak-anak dihadapkan pada porsi latihan yang lebih berat. Menurutnya, konsep utama SenengMinton adalah membuat anak-anak menyukai olahraga ini secara alami.

“Ketika mereka sudah senang bermain bulutangkis, secara bertahap mereka akan siap menjalani latihan yang lebih advance,” kata Yoppy.

Guna menjaga keberlanjutan jalur pembinaan, pihak penyelenggara telah merancang tahapan yang sistematis. Ketua Panitia Pelaksana, Yuni Kartika, menjelaskan bahwa peserta dapat melanjutkan proses belajar mereka ke jenjang berikutnya, yakni Kejuaraan SenengMinton.

“Jenjang berikutnya ialah Kejuaraan SenengMinton agar mereka mulai terbiasa dengan format pertandingan, yang kemudian kami mengarahkan untuk lebih menekuni bulutangkis bergabung bersama klub. Dengan begitu, pathway regenerasi bulutangkis dapat tertata dengan baik,” tutur Yuni.

Antusiasme Sekolah dan Dukungan Orang Tua

Efek positif program ini mulai dirasakan di lingkungan sekolah, salah satunya di MI NU Baitul Mukminin. Islahul Umam, guru kelas 2 sekaligus pendamping ekstrakurikuler, mengungkapkan bahwa antusiasme siswa meningkat drastis.

“Dulu mungkin hanya satu atau dua anak, tapi sekarang jumlahnya sudah puluhan. Ajang ini menjadi motivasi bagi siswa-siswi kami untuk terus berlatih dan berani berkompetisi,” jelas Islahul.

Keceriaan juga terpancar dari Min Amrina Rosyada, siswa kelas 3 SD Unggulan Muslimat NU yang sukses meraih podium juara. Peserta yang akrab disapa Oca ini mengaku sangat menikmati keseruan bermain bulutangkis meski terasa melelahkan.

Dukungan penuh orang tua turut menjadi pilar penting. Ahmad Amir Faisol, ayah dari Rosyada, menyambut baik wadah ini karena tidak hanya melatih teknik bulutangkis, tetapi juga ketangkasan, kecepatan, dan konsentrasi anak.

Semarak festival di Kudus kian meriah dengan lomba suporter dari 24 sekolah serta keterlibatan 200 anak PAUD dan TK yang diajak mencicipi permainan edukatif bulutangkis sejak awal.

Daftar Juara Festival SenengMinton Kudus 2026:







Kategori Juara 1 Juara 2
Kelas 1 MI Miftahul Ulum Jati MI NU Baitul Mukminin
Kelas 2 MI NU Baitul Mukminin MI NU Miftahut Tholibin
Kelas 3 SD Unggulan Muslimat NU MI Miftahul Ulum Jati

Juara Lomba Suporter: 1. MI NU Miftahul Ulum Jati, 2. MI Negeri Kudus, 3. MI NU Pendidikan Islam.

(E-3) 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *