
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf meminta calon jemaah haji untuk mempersiapkan kondisi kesehatan sejak dini sebelum memasuki masa keberangkatan. Langkah ini dinilai krusial guna memastikan jemaah memenuhi persyaratan istitaah kesehatan dan mampu menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan aman.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul evaluasi penyelenggaraan haji tahun sebelumnya, di mana terdapat 345 jemaah yang telah tiba di embarkasi namun dinyatakan tidak laik terbang. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah agar persiapan kesehatan tidak dilakukan secara mendadak saat jadwal keberangkatan sudah dekat.
“Jemaah harus mempersiapkan diri sejak sekarang. Kesehatan dijaga, manasik diikuti dengan baik. Jangan sampai ketika sudah tiba waktunya berangkat, ternyata kondisi kesehatan tidak memungkinkan,” ujar Menhaj pada Minggu (18/10).
Menurut Irfan, pemeriksaan medis secara berkala sangat diperlukan untuk memantau kondisi kesehatan jemaah sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kesehatan sebelum keberangkatan. Ia menekankan bahwa upaya menjaga kebugaran harus dilakukan secara berkelanjutan dengan mengikuti arahan tenaga kesehatan.
Irfan menjelaskan bahwa ibadah haji menuntut kesiapan fisik yang prima. Hal ini dikarenakan jemaah akan menghadapi perjalanan panjang, mobilitas tinggi, serta berbagai aktivitas ibadah di tengah kondisi cuaca dan lingkungan yang berbeda signifikan dengan Indonesia.
Oleh karena itu, pemenuhan istitaah kesehatan menjadi salah satu pilar penting dalam penyelenggaraan haji. Selain menjalani pemeriksaan medis rutin, calon jemaah diminta mematuhi rekomendasi tenaga medis dan mengikuti bimbingan manasik sebagai bekal komprehensif sebelum berangkat.
“Kita ingin jemaah berangkat dalam kondisi sehat dan siap menjalankan ibadah. Jangan hanya memikirkan keberangkatan, tetapi persiapkan juga kemampuan fisik dan pemahaman manasiknya,” tegasnya.
Kementerian Haji dan Umrah juga mengimbau calon jemaah untuk terus memantau informasi resmi pemerintah mengenai tahapan persiapan penyelenggaraan haji berikutnya. Informasi tersebut penting agar jemaah dapat memenuhi setiap persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pemerintah menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kelancaran proses pemberangkatan. Kondisi kesehatan, kesiapan fisik, serta pemahaman tata cara ibadah merupakan faktor penentu untuk menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah di Arab Saudi. (E-3)
