Kerusuhan Meluas di Prancis, Sebuah Gedung Balai Kora di Limoges Terbakar
Bangunan bersejarah Balai Kota Limoges di Prancis rusak parah dan ludes terbakar akibat ulah demonstran bermasker. Menteri Dalam Negeri sebut ada unsur pembakaran sengaja.(AFP)

AKSI demonstrasi besar-besaran yang berlangsung di Prancis, Sabtu (17/10) berakhir ricuh di sejumlah wilayah. Bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian terjadi di tengah unjuk rasa yang diikuti sekitar 550.000 orang di seluruh negeri. Kerusuhan tersebut menyebabkan sebuah gedung balai kota bersejarah di Limoges mengalami kerusakan parah setelah dilalap api.  Pihak berwenang menyatakan sejumlah demonstran bertopeng diduga membakar bangunan berusia sekitar 140 tahun itu.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan menara runcing Balai Kota Limoges runtuh ketika api membakar bagian atap gedung. Insiden itu terjadi saat demonstrasi memprotes tingginya biaya hidup meluas ke berbagai daerah di Prancis.

Menurut Prefektur Haute-Vienne, sekelompok perusuh menerobos masuk ke gedung balai kota sekitar pukul 18.00 waktu setempat pada Sabtu, kemudian membakar bangunan tersebut.

“Petugas pemadam kebakaran dari Haute-Vienne segera dikerahkan dalam jumlah besar untuk menangani kebakaran tersebut,” demikian pernyataan resmi prefektur dilansir Euronews, Minggu (18/10).

“Balai Kota Limoges, yang merupakan situs warisan budaya sekaligus bangunan ikonik bagi semua orang, mengalami kerusakan parah,” tambahnya. 

Prefektur juga melaporkan sejumlah toko di sekitar Rue Jean Jaures menjadi sasaran penjarahan. Prefek Haute-Vienne, Maurice Barate, mengecam keras aksi pembakaran yang disengaja terhadap balai kota serta berbagai insiden kekerasan lainnya yang terjadi di kota tersebut.

Balai Kota Limoges memiliki nilai sejarah bagi masyarakat setempat. Pembangunannya dimulai pada 1879, sementara peresmian gedung dilakukan pada 14 Juli 1883.

Wali Kota Limoges, Guillaume Guérin, menyebut bahwa hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat harus tetap dihormati, tetapi tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan perusakan.

“Berdemonstrasi adalah hak, dan kemarahan masyarakat patut didengar. Namun, tidak ada perbedaan pendapat atau keluhan yang dapat membenarkan perusakan fasilitas publik,” kata Guerin. (H-4)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *