Persebaya vs PSS Sleman : Mengheningkan Cipta Doakan Suporter Gugur
pertandingan Persebaya Surabaya vs PSS Sleman(Instagram/@persebayaofficial)

SEBELUM pertandingan Persebaya Surabaya vs PSS Sleman, seluruh pemain dan penonton mengheningkan cipta selama satu menit menghormati empat suporter PSS Sleman yang meninggal dunia saat menuju Surabaya di Tol Madiun arah Surabaya, Minggu (18/10).

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persebaya Ram Surahman mengatakan itu bentuk penghormatan kepada korban. Panitia pelaksana menyiapkan waktu untuk mengheningkan cipta selama satu menit sebelum pertandingan Persebaya melawan PSS Sleman di Stadion GBT.

Kedua tim juga dijadwalkan mengenakan pita hitam selama keduanya bertanding di lapangan, sebagai ungkapan duka cita atas peristiwa tersebut. 

“Selama pertandingan semua pemain memakai pita hitam,” katanya. 

Ram turut mengimbau suporter yang masih dalam perjalanan menuju stadion agar mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan. Kecelakaan yang melibatkan mobil Hiace dan truk bermuatan kelapa di KM 616 Tol Madiun arah Surabaya, Minggu (18/10), mengakibatkan empat orang suporter Persebaya Surabaya meninggal dunia.

A Kanit PJR Jatim VI Ngawi KP Dodit Prasetyo Mengatakan kecelakaan terjadi pada Minggu sekitar pukul 08.10 WIB, mobil HiAce mengangkut penumpang yang berangkat dari Yogyakarta menuju Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya untuk menyaksikan pertandingan PSS Sleman melawan Persebaya Surabaya.

“Untuk korban, satu orang meninggal dunia di TKP. Kemudian tiga korban meninggal dunia ketika dalam perjalanan ke rumah sakit,” kata Dodit.

Menurut Dodit, enam korban lainnya saat ini masih menjalani perawatan. Dari jumlah tersebut, lima orang luka ringan, sedangkan satu orang mengalami luka berat.

Dodit menjelaskan, berdasarkan keterangan penumpang yang selamat, kendaraan tersebut merupakan travel yang membawa sejumlah orang dengan tujuan yang sama, yakni Stadion GBT. untuk menyaksikan laga Persebaya Surabaya vs PSS Sleman. Namun, para penumpang tidak seluruhnya saling mengenal karena berasal dari kelompok berbeda.

“Jadi mungkin kenal barengannya, dua atau tiga orang, itu yang kenal. Yang penumpang yang lainnya tidak kenal,” ungkap Dodit.

Kondisi itu menyulitkan petugas dalam mengidentifikasi seluruh korban, terutama ketika dokumen identitas belum ditemukan.

“Makanya kami terkendala untuk identitas korban. Karena kami cari identitas KTP-nya belum ketemu. Kami tanya-tanya penumpang yang lain yang notabene sama-sama mengalami kecelakaan, juga tidak tahu,” ungkapnya.

Kecelakaan yang menimpa suporter Persebaya Surabaya terjadi ketika Hiace yang melaju dari arah Yogyakarta menuju Surabaya, menabrak bagian belakang truk yang berjalan di lajur kiri. Polisi menduga pengemudi Hiace mengantuk atau kurang berkonsentrasi saat berkendara. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *