
DAMPAK kekeringan di Pati, Jawa Tengah, meluas ke 12 kecamatan dari total 21 kecamatan yang ada di wilayah Pantura tersebut. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati menunjukkan eskalasi serius, di mana 75 desa yang tersebar di tujuh kecamatan telah ditetapkan masuk ke dalam zona hitam atau kategori kekeringan ekstrem. Kondisi ini memaksa sedikitnya 45.618 warga bergantung sepenuhnya pada bantuan air bersih yang disalurkan setiap hari.
Daftar Wilayah Zona Hitam di Pati
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, merinci tujuh kecamatan yang masuk dalam zona hitam dengan jumlah desa terdampak sebagai berikut:
- Kecamatan Jakenan: 14 desa
- Kecamatan Winong: 11 desa
- Kecamatan Gabus: 10 desa
- Kecamatan Pucakwangi: 10 desa
- Kecamatan Jaken: 9 desa
- Kecamatan Tambakromo: 8 desa
- Kecamatan Kayen: 7 desa
Sementara itu, lima kecamatan lainnya saat ini masih dikategorikan dalam zona kuning atau tingkat kekeringan yang lebih ringan.
Realisasi Bantuan Air Bersih
Hingga saat ini, upaya penanggulangan darurat terus dilakukan melalui distribusi air bersih secara masif. Martinus menjelaskan bahwa BPBD telah mendistribusikan sebanyak 620 tangki atau setara 2.917.000 liter air bersih.
Langkah ini juga didukung oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati yang telah menyalurkan 358 tangki atau 1.790.000 liter. Secara akumulatif, total bantuan air bersih yang telah menjangkau warga terdampak mencapai 978 tangki atau sekitar 4,7 juta liter air.
Dampak kekeringan tidak hanya memukul sektor domestik. Sejumlah sungai, waduk, dan bendungan di Pati dilaporkan kering kerontang. Hal ini mengakibatkan ribuan hektare lahan pertanian terpaksa menganggur karena ketiadaan air untuk pengairan sawah.
Desalinasi Air Payau
Menanggapi krisis tahunan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Pati sepakat untuk tidak lagi hanya mengandalkan penanganan darurat. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan pemerintah tengah menggarap solusi permanen melalui proyek desalinasi air payau.
Strategi Penanganan: Proyek ini bertujuan mengolah sumber air payau yang melimpah di wilayah pesisir menjadi air tawar. Teknologi desalinasi ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi warga sekaligus mendukung sektor pertanian dalam jangka panjang.
Taj Yasin menegaskan bahwa optimalisasi infrastruktur irigasi dan pembangunan instalasi desalinasi menjadi prioritas agar warga tidak terus terjebak dalam pola krisis yang sama setiap musim kemarau. Meski diperkirakan menelan biaya besar, langkah ini dinilai paling tepat untuk menjamin ketersediaan air bersih yang berkelanjutan di Kabupaten Pati. (H-4)
