
Kualitas udara di Singapura mengalami penurunan signifikan akibat kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Pada Minggu (18/10), indeks polusi di wilayah barat Singapura menyentuh angka 230, yang merupakan tingkat tertinggi sepanjang tahun ini.
Berdasarkan data pukul 10.00 waktu setempat, Indeks Standar Polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) 24 jam di wilayah barat berada di angka 230, sebelum sedikit menurun ke 227 pada tengah hari. Sementara itu, empat wilayah lainnya mencatat angka PSI antara 127 hingga 180, yang masuk dalam kategori tidak sehat.
Peningkatan juga terjadi pada konsentrasi partikel halus PM2.5 per jam di hampir seluruh wilayah dengan rentang 58 hingga 136, kecuali wilayah utara yang mencatat angka 52.
Pergerakan Kabut Asap dan Faktor Cuaca
Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) dalam pernyataannya pada Sabtu (17/10) telah memprediksi bahwa PSI 24 jam pada hari Minggu akan berada di kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. NEA menjelaskan bahwa angin tenggara membawa kabut asap dari kebakaran di Kalimantan menuju Singapura. Selain itu, titik kabut asap juga terdeteksi di atas Sumatra.
Meski demikian, perubahan arah angin diprediksi dapat memengaruhi situasi. Pada Minggu (18/10), angin diperkirakan bertiup dari arah selatan-tenggara atau selatan, yang berpotensi mengurangi aliran asap dari Kalimantan. Namun, potensi kiriman asap dari Sumatra tetap diwaspadai.
Harapan muncul seiring meningkatnya peluang hujan di Singapura dan kawasan sekitarnya. “Pada hari Senin dan Selasa, diperkirakan akan terjadi lebih banyak hujan di Singapura dan sebagian Kalimantan, dan angin diperkirakan akan melemah secara bertahap,” tulis pernyataan resmi NEA.
Kegiatan Luar Ruangan Terganggu
Memburuknya kualitas udara berdampak langsung pada sejumlah agenda publik. Beberapa acara luar ruangan terpaksa dibatalkan atau ditunda demi alasan kesehatan, di antaranya:
- Final Piala FA dan pertandingan perebutan tempat ketiga yang dijadwalkan Sabtu (17/10).
- Great Eastern Women’s Run yang semula direncanakan pada 1 November resmi dibatalkan.
- Parade Ungu, acara tahunan untuk penyandang disabilitas, ditunda hingga paruh pertama 2027.
Imbauan Kesehatan dan Penggunaan Masker
Kementerian Kesehatan Singapura mengimbau warga untuk menjadikan pembacaan PM2.5 per jam sebagai acuan utama dalam beraktivitas. Kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru kronis disarankan menghindari aktivitas luar ruangan jika konsentrasi PM2.5 berada di kisaran tinggi (151-250).
Jika harus keluar rumah dalam kondisi mendesak, masyarakat disarankan menggunakan masker N95, KN95, FFP2, atau KF94 yang terpasang dengan baik. Masker N95 umumnya tidak diperlukan untuk aktivitas dalam ruangan atau perjalanan singkat antara rumah dan kantor/sekolah.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lokasi pengambilan atau ketersediaan masker di mesin penjual otomatis, pemerintah Singapura menyediakan akses melalui situs HazeMaskGoWhere. (E-3)
