
KABUT asap beracun akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia memicu lonjakan permintaan tabung oksigen dan pembersih udara di Asia Tenggara. Produsen peralatan medis dan peritel elektronik meningkatkan produksi serta pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berupaya mengurangi paparan polusi.
Kabut asap yang telah menyelimuti sejumlah wilayah Asia Tenggara selama berbulan-bulan memaksa sekolah-sekolah tutup dan meningkatkan keluhan gangguan pernapasan. Kondisi tersebut mendorong keluarga mencari cara untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah.
Di antara negara-negara yang dilaporkan terdampak kabut asap karhutla dari Indonesia adalah Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam, Vietnam, Filipina, Tailan, Timur Leste, hingga Vietnam.
Di Malaysia, perusahaan peralatan medis AA Alive yang beroperasi di dekat Kuala Lumpur mencatat kenaikan penjualan tabung oksigen sebesar 35%. Karyawan perusahaan itu bekerja dengan kapasitas penuh untuk memenuhi permintaan.
“Kami melihat kenaikan penjualan sebesar 35% akibat kabut asap,” kata Rafina Firdaus, anggota tim penjualan AA Alive, kepada AFP saat kunjungan ke perusahaan tersebut.
AA Alive memasok tabung oksigen dan konsentrator oksigen bagi pasien. Tabung oksigen dapat digunakan selama sekitar tiga jam secara terus-menerus, sedangkan konsentrator oksigen dapat beroperasi hingga sekitar 24 jam.
Md Noor Bin Bujang, 69, menjalani perawatan di rumah sakit selama lebih dari sebulan. Ia menerima konsentrator oksigen pertamanya pada malam 15 Oktober.
Tanpa alat tersebut, ia mengatakan akan mengalami sesak napas, terutama ketika kabut asap menyelimuti wilayah tempat tinggalnya.
“Tanpa alat pemasok oksigen itu, saya akan mengalami sesak napas, terutama saat kabut asap,” kata Md Noor kepada AFP.
Dampak polusi juga memengaruhi perawatan peralatan medis. Teknisi AA Alive, Mubassar Khan, 26, mengatakan filter konsentrator oksigen biasanya diganti setelah 1.000 jam pemakaian. Namun, polutan dari kabut asap membuat masa pakai filter tersebut berkurang hingga separuhnya.
AA Alive saat ini mengirimkan sekitar 40 unit konsentrator oksigen sewaan setiap hari. Rafina mengatakan perusahaan masih mampu memenuhi peningkatan permintaan karena telah menghadapi kondisi serupa setiap tahun.
Jurnalis AFP juga melihat hampir 60 konsentrator oksigen dan sekitar 20 tabung oksigen yang menunggu perawatan atau penggantian di ruang pamer dan gudang perusahaan.
Penjualan Pembersih Udara Melonjak
Lonjakan permintaan juga terjadi pada perangkat pembersih udara atau air purifier. Sejumlah peritel elektronik melaporkan peningkatan penjualan sejak kualitas udara mulai memburuk pada Agustus.
Peritel elektronik regional Courts menyatakan volume penjualan pembersih udara meningkat 600% pada periode 28 September hingga 12 Oktober dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
“Pelanggan semakin menyadari pentingnya kualitas udara dalam ruangan dan secara aktif mencari solusi untuk menjaga lingkungan rumah yang lebih sehat dan nyaman,” kata juru bicara Courts kepada AFP.
Peritel yang berbasis di Singapura, Gain City, juga mencatat peningkatan permintaan yang signifikan.
Menurut perusahaan tersebut, permintaan mulai naik dalam beberapa pekan terakhir dan melonjak tajam sejak 9 Oktober. Penjualan kemudian mencapai sembilan kali lipat dibandingkan dengan tingkat penjualan pada awal musim kabut asap pada Agustus.
Mengancam Kesehatan
Pakar kesehatan memperingatkan paparan polutan kabut asap dalam jangka panjang dapat mengancam kesehatan, yaitu memicu peradangan yang membahayakan tubuh. Seorang pakar bahkan menggolongkan kondisi tersebut sebagai ancaman kesehatan masyarakat yang berdampak pada berbagai sistem organ.
Juliana Jalaludin, profesor kesehatan lingkungan di Universiti Putra Malaysia, memperingatkan risiko paparan berulang terhadap anak-anak.
“Saya khawatir generasi mendatang akan menanggung beban penyakit pernapasan yang lebih besar jika mereka berulang kali terpapar kabut asap dan polusi udara, terutama selama masa kanak-kanak,” kata Juliana kepada AFP.
Ia menekankan pentingnya mengurangi paparan sejak sekarang untuk melindungi kesehatan anak dan mencegah dampak jangka panjang terhadap generasi berikutnya.
“Kuncinya adalah mengurangi paparan sekarang untuk melindungi kesehatan anak-anak dan mencegah konsekuensi jangka panjang bagi generasi mendatang,” tandasnya. (B-3)
