Islandia Siapkan Pengeboran Dekat Magma untuk Kembangkan Energi Panas Bumi
Ilustrasi(ZME Science)

ISLANDIA menargetkan pengeboran sumur panas bumi superpanas pada 2027 melalui proyek Krafla Magma Testbed (KMT). Proyek ini bertujuan meneliti magma secara langsung sekaligus menguji potensi pemanfaatan panas ekstrem di bawah permukaan Bumi untuk menghasilkan energi.

KMT dirancang menjadi observatorium magma pertama di dunia yang memungkinkan para ilmuwan mempelajari batuan cair dan lingkungan di sekitarnya. Jika berhasil, proyek ini berpotensi membuka jalan bagi pengembangan energi panas bumi dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan teknologi konvensional.

Selama ini, pembangkit listrik panas bumi memanfaatkan panas dari dalam Bumi untuk menghasilkan uap yang menggerakkan turbin. Islandia menjadi salah satu negara yang mengandalkan sumber energi tersebut. Sekitar 90% rumah di negara itu menggunakan pemanas panas bumi, sedangkan energi panas bumi menyumbang sekitar 70% dari total energi yang digunakan.

Melalui KMT, para peneliti ingin menguji potensi air superkritis, yakni air pada suhu di atas 374 derajat Celsius dan tekanan tinggi yang mampu membawa energi panas dalam jumlah besar. Teknologi ini berpotensi meningkatkan produksi energi dari satu sumur, meski kelayakan komersialnya masih harus dibuktikan.

Potensi tersebut didukung pengalaman pengeboran di kawasan Krafla pada 2009. Saat itu, proyek pengeboran panas bumi secara tidak sengaja menemukan magma pada kedalaman sekitar 2,1 kilometer. Sumur yang dihasilkan kemudian menunjukkan potensi panas yang sangat besar, dengan daya panas lebih dari 100 megawatt menurut catatan proyek KMT.

Namun, mengembangkan sumur yang dapat beroperasi dalam jangka panjang tetap menjadi tantangan. Suhu ekstrem, tekanan tinggi, dan cairan korosif berisiko merusak peralatan pengeboran. Para insinyur juga harus memastikan pengambilan panas dapat dilakukan secara berkelanjutan dan layak secara ekonomi.

Pada 2024, pemerintah Islandia bersama perusahaan energi Landsvirkjun dan Reykjavík Energy menyepakati dukungan pembiayaan untuk proyek tersebut. KMT kemudian menetapkan 2027 sebagai target pengeboran sumur khusus dengan suhu di atas 400 derajat Celsius.

Hingga Oktober 2026, belum ada informasi yang menunjukkan dimulainya pengeboran magma baru dalam proyek tersebut. KMT juga masih berfokus pada penelitian dan pengembangan teknologi, bukan pembangunan pembangkit listrik komersial.

Selain potensi energi, proyek ini diharapkan membantu ilmuwan memahami aktivitas vulkanik dengan lebih baik. Meski pengeboran sebelumnya menunjukkan bahwa pertemuan dengan magma tidak otomatis memicu letusan, proyek KMT tetap menghadapi tantangan teknis besar untuk menempatkan instrumen dan mempertahankan sumur di lingkungan yang sangat panas. (ZME Science/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *