
ADA alasan kuat mengapa Aston Villa begitu gigih ‘membajak’ rencana kepindahan Johan Manzambi dari Freiburg ke Newcastle United pada bursa transfer musim panas lalu. Gelandang serang berusia 21 tahun asal Swiss yang jangkung, cepat, lincah, cerdas, dan memiliki keseimbangan sempurna itu membuktikan dirinya sangat layak ditebus dengan nilai rekor transfer lebih dari £50 juta. Ia pun sukses menunjukkan kualitasnya di hadapan publik Tyneside.
Bagi Newcastle dan manajer mereka yang kecewa, Matthias Jaissle, ada ironi yang menyakitkan ketika Manzambi menjadi penentu kemenangan lewat sundulannya. Momen tersebut terjadi di hadapan CEO Premier League, Richard Masters, yang hadir di tribune direksi untuk menyaksikan laga antara dua tim yang paling terdampak oleh aturan pengeluaran keuangan Financial Fair Play.
Regulasi tersebut telah mengubah Unai Emery menjadi ahli meracik ulang tim di Aston Villa. Kendati proses pembentukan kembali skuadnya berjalan lambat di kompetisi domestik, kemenangan keempat dari lima laga terakhir di seluruh kompetisi menjadi sinyal positif bahwa performa Villa mulai stabil.
Villa memasuki laga ini dengan catatan baru meraih satu kemenangan di liga musim ini, sementara Newcastle mengusung misi bangkit usai kekalahan telak 4-1 dari Coventry pekan lalu.
Emery menyampaikan pentingnya hasil positif ini usai laga. “Ini adalah pertandingan yang tangguh, tetapi sangat penting bagi kami untuk menang setelah awal musim yang kurang baik. Namun, kami telah menetapkan standar yang tinggi,” ujarnya.
Di sisi lain, Jaissle mengeluhkan keputusan para pemain mudanya di lapangan. Meski begitu, ia menyadari tantangan besar yang dihadapi timnya. “Nama-nama besar meninggalkan klub pada musim panas, jadi kami tahu ini akan menjadi tantangan. Itu bukan alasan, kami harus belajar dengan cepat,” kata Jaissle.
Pertandingan sendiri berlangsung sengit sejak awal. Wasit Jarred Gillett mengeluarkan dua kartu kuning dalam waktu berdekatan pada babak pertama. Joelinton melakukan tekel keras kepada Manzambi, disusul pelanggaran berbahaya Sven Botman terhadap Nicolas Jackson.
Peninjauan VAR sempat dilakukan untuk mengevaluasi tekel Botman, namun wasit memutuskan tetap pada keputusan awal dan tidak meningkatkan hukuman menjadi kartu merah. Jackson menilai tekel tersebut cukup berbahaya. “Tekel itu sangat tinggi hingga hampir mematahkan kaki saya. Namun saya baik-baik saja; itu bagian dari sepak bola,” tutur Jackson.
Petaka bagi Newcastle datang pada menit ke-36. Manzambi bergerak lolos dari pengawalan Malick Thiaw sebelum menyambut umpan silang Joao Gomes dengan tandukan tajam yang membobol gawang tuan rumah.
Newcastle beruntung tidak tertinggal lebih jauh ketika tembakan Emiliano Buendia membentur tiang gawang dan memantul ke punggung kiper Lukas Hornicek sebelum dihalukan Lewis Hall. Hasil ini memperpanjang rekor buruk Newcastle yang gagal mencatatkan clean sheet dalam 13 laga kandang beruntun di Premier League.
Ketegangan sempat memuncak ketika Jaissle dan Emery terlibat adu argumen di pinggir lapangan menyusul insiden antara Alysson dan Hornicek. Skuad Newcastle pun harus menerima sorakan kecewa dari pendukungnya sendiri saat berjalan menuju kamar ganti pada akhir babak pertama. (The Guardian/Z-2)
