Kemenangan di markas Espanyol itu semakin mempertegas posisi Atletico sebagai pesaing serius di papan atas. Los Rojiblancos yang bertengger di peringkat kedua kini hanya terpaut dua poin dari Barcelona. Meski demikian, persaingan masih terbuka karena Barcelona besutan Hansi Flick dijadwalkan menghadapi Real Betis, penghuni peringkat ketiga, pada pertandingan berikutnya.
Kendati berstatus tim tamu, Atletico tidak mendapatkan jalan mudah untuk mengamankan kemenangan. Kedua kesebelasan terlibat pertarungan alot sejak babak pertama, dengan jual beli serangan yang belum menghasilkan gol. Solidnya barisan pertahanan masing-masing tim membuat sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi keunggulan.
Espanyol sempat berada di ambang gol pembuka melalui Leandro Cabrera. Namun, keberuntungan belum berpihak kepada tuan rumah setelah bola hasil upayanya hanya membentur mistar gawang Atletico.
Memasuki babak kedua, Atletico tampil lebih agresif dengan meningkatkan tekanan untuk membongkar pertahanan lawan. Marcos Llorente mencoba memecah kebuntuan melalui sepakan jarak jauh ketika pertandingan memasuki sekitar menit ke-60. Akan tetapi, mistar gawang kembali menggagalkan peluang tersebut sehingga skor kacamata tetap bertahan.
Di tengah ketatnya persaingan di lapangan, Espanyol mendapat tambahan tenaga dengan masuknya sang kapten, Javi Puado. Penyerang tersebut akhirnya kembali merumput setelah menepi cukup lama akibat cedera lutut. Pertandingan melawan Atletico menjadi penampilan pertamanya sejak Januari 2026.
Dari kubu tim tamu, Julian Alvarez yang masuk sebagai pemain pengganti turut menghidupkan serangan Atletico. Penyerang asal Argentina itu berupaya memberikan kontribusi maksimal sembari memulihkan konsistensinya setelah sempat dikaitkan dengan kemungkinan hengkang pada bursa transfer musim panas.
Upaya Atletico untuk memecah kebuntuan akhirnya membuahkan hasil menjelang laga berakhir. Pada menit ke-89, Alvarez mengirimkan umpan kepada Baena yang berada di tepi kotak penalti. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Baena melepaskan tembakan keras yang bersarang di gawang Espanyol dan mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Gol pada penghujung laga tersebut menjadi pukulan bagi Espanyol yang telah berjuang mempertahankan keseimbangan permainan sepanjang pertandingan. Meski demikian, tuan rumah belum menyerah dan berusaha memburu gol penyeimbang pada masa tambahan waktu melalui Pol Lozano.
Namun, Jan Oblak tampil sebagai benteng terakhir Atletico. Kiper asal Slovenia itu melakukan penyelamatan krusial untuk mematahkan ancaman Lozano sekaligus menjaga keunggulan timnya hingga wasit meniup peluit panjang.
Hasil positif ini memperpanjang rentetan kemenangan Atletico menjadi enam pertandingan beruntun di seluruh kompetisi. Kemenangan tipis tersebut sekaligus memperlihatkan kegigihan Los Rojiblancos dalam terus menekan lawan hingga detik-detik akhir, ketika satu peluang dapat menentukan hasil pertandingan.
Tambahan tiga poin membuat Atletico semakin mendekati Barcelona dan menjaga persaingan di papan atas Liga Spanyol tetap ketat. Tekanan kini berada pada Barcelona yang harus meraih hasil positif jika ingin mempertahankan jarak dari kejaran rival sekotanya tersebut.
Sementara itu, Real Madrid yang menempati peringkat keempat dijadwalkan menjamu Sevilla pada Minggu (18/10). (P-3)
