
ALIRAN lava Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, telah mencapai sekitar 700 meter dari bibir kawah ke arah tenggara. Kondisi ini menjadi salah satu aspek yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama yang beraktivitas di sekitar sektor tersebut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, melaporkan aliran lava tersebut teramati dalam pengamatan pada Jumat (16/10). Pada periode yang sama, gunung api setinggi 1.423 meter di atas permukaan laut itu juga tercatat mengalami 43 kali letusan.
“Teramati aliran lava mengalir ke sektor tenggara lebih kurang 700 meter dari bibir kawah,” katanya dalam laporan pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Sabtu (17/10).
Letusan menghasilkan kolom asap berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian 100-400 meter. Sementara itu, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih, dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian 20-50 meter di atas puncak kawah.
Selain letusan, aktivitas kegempaan mencakup 62 kali gempa hembusan, empat kali tremor nonharmonik, satu kali gempa vulkanik dalam, dan tiga kali gempa tektonik jauh.
Status Gunung Ili Lewotolok masih berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat dan pengunjung diminta tidak memasuki kawasan dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Larangan juga berlaku dalam radius tiga kilometer pada sektor selatan dan tenggara.
Yeremias mengingatkan potensi bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut gunung.
Masyarakat di sekitar gunung diimbau menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan, serta melindungi mata dan kulit dari paparan abu vulkanik. Tempat penampungan air bersih juga perlu ditutup agar tidak terkontaminasi abu.(H-2)
