Fosil Vasuki Indicus Ungkap Ular Purba yang Diperkirakan Capai 15 Meter
Fosil Vasuki Indicus(nature.com)

PARA peneliti berhasil mengidentifikasi fosil ular purba raksasa yang pernah melata di wilayah India sekitar 47 juta tahun yang lalu. Spesies yang diberi nama Vasuki indicus ini diperkirakan memiliki ukuran tubuh yang sangat masif, menjadikannya salah satu ular terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah paleontologi.

Temuan ini merupakan hasil studi mendalam oleh Debajit Datta dan Sunil Bajpai dari Indian Institute of Technology Roorkee, India. Laporan penelitian mereka telah resmi diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports pada 18 April 2024.

Mengenal Vasuki Indicus

Fosil Vasuki indicus ditemukan di Tambang Lignit Panandhro yang terletak di wilayah Kutch, Gujarat, India. Penemuan ini memberikan gambaran baru mengenai keanekaragaman hayati pada periode Eosen Tengah.

Nama “Vasuki” sendiri diambil dari sosok ular legendaris dalam mitologi Hindu yang berkaitan erat dengan Dewa Siwa, sementara “indicus” merujuk pada lokasi penemuannya di India.

Berikut adalah rincian data mengenai spesies purba tersebut:








Kategori Keterangan
Usia Fosil Sekitar 47 juta tahun (Periode Eosen Tengah)
Estimasi Panjang 10,9 hingga 15,2 meter
Temuan Fisik 27 ruas tulang belakang yang saling berkaitan
Lokasi Penemuan Tambang Lignit Panandhro, Gujarat, India

Meskipun estimasi panjangnya sangat mengesankan, para peneliti mencatat adanya unsur ketidakpastian. Hal ini karena fosil yang ditemukan tidak membentuk kerangka utuh, sehingga ukuran pastinya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Predator Lambat di Lingkungan Hangat

Berdasarkan analisis lingkungan purba, Vasuki indicus hidup di wilayah dengan iklim yang cenderung hangat. Penelitian memperkirakan suhu rata-rata tahunan di habitatnya saat itu mencapai sekitar 28 derajat Celsius.

Dari struktur tulang belakang yang ditemukan, peneliti melakukan perbandingan dengan anatomi ular modern. Hasilnya, Vasuki indicus diduga kuat merupakan predator yang bergerak relatif lambat. Alih-alih mengejar mangsa dengan kecepatan tinggi, ular ini kemungkinan besar melumpuhkan mangsanya dengan cara membelit (konstriksi). Namun, para ahli menekankan bahwa perilaku ini merupakan interpretasi ilmiah berdasarkan data fosil, bukan pengamatan langsung.

Petunjuk Evolusi dan Persebaran Global

Penemuan ini tidak hanya sekadar menambah daftar spesies purba, tetapi juga memberikan petunjuk krusial mengenai evolusi ular di dunia. Analisis hubungan evolusioner menunjukkan kemungkinan bahwa kelompok ular Madtsoiidae berasal dari wilayah India.

Seiring dengan pergerakan lempeng tektonik India yang akhirnya bertumbukan dengan benua Asia, kelompok ular ini diduga menyebar ke kawasan lain, termasuk Eurasia bagian selatan dan Afrika Utara. Hipotesis persebaran ini menjadi bagian penting dalam merekonstruksi sejarah geologi dan biologis bumi jutaan tahun silam. (nature/Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *