Jaringan Klinik Gigi Terbesar Buka Cabang ke-74 di Solo
Pendiri FDC Dental Clinic, Ita Lestari saat membuka FDC Solo.(MI/Widjajadi)

KEBUTUHAN masyarakat akan perawatan gigi terus meningkat, namun hambatan psikis masih menjadi penghalang utama. Melihat fenomena itu, FDC Dental Clinic, jaringan klinik gigi terbesar di Indonesia, resmi membuka cabang ke-74 di Kota Solo, Jawa Tengah.

Cabang baru berlokasi di Jl. Slamet Riyadi No. 127, Kemlayan, Serengan ini dipilih bukan tanpa alasan. CEO dan Founder FDC, Ita Lestari, menyebut Solo sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi pesat, dengan identitas kuat sebagai The Spirit of Java.

“Berdasarkan data BPS Kota Solo, pertumbuhan ekonomi Solo pada tahun 2025 mencapai 5,63%, didorong oleh sektor jasa yang tumbuh 7,28% dan konsumsi rumah tangga sebesar 4,80%,” ujar Ita dalam sambutan pembukaan, Kamis (15/10).

Menurut Ita, Solo sudah lama berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif, health & wellness, sport city tourism serta pariwisata dan budaya. Potensi pasar itu dinilai layak dimasuki FDC.

Lebih dari sekadar ekspansi bisnis, Ita menegaskan kehadiran FDC ingin menjawab tiga hambatan psikologis yang selama ini membuat masyarakat menunda perawatan gigi, yakni perasaan takut, biaya mahal, dan proses pelayanan yang lama. “Kami ingin menghilangkan tiga hambatan utama itu, dengan memberikan suasana nyaman dan harga yang transparan untuk masyarakat,” sambungnya.

Sejak berdiri pada 2010, FDC kini memiliki lebih dari 70 cabang di banyak kota di tanah air, dan akan terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi untuk menjadi pusat layanan terunggul. Fokusnya adalah teknologi dan customer experience atau pengalaman berkesan.

“Kita fokus pada teknologi dan mengedepankan customer experience untuk masyarakat. Dengan konsep ini FDC telah memiliki lebih dari 2 juta pasien dengan rata-rata rating kepuasan yang tinggi, yaitu 4,9,” imbuhnya.

Untuk menjawab kebutuhan masyarakat, FDC menghadirkan layanan seperti pembersihan karang gigi (scaling) mulai Rp149.000, perawatan ortodonti/behel, hingga pembedahan yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Pasien juga bisa mengakses aplikasi FDC untuk memilih cabang, dokter, jadwal, melihat estimasi biaya transparan, hingga memberikan ulasan.

Yang menjadi pembeda lainnya menurut Ita, FDC memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membantu menganalisis kebutuhan pasien selama proses layanan, selain program FDC Smile Bus (Menjemput Senyum), yang aktif menjangkau masyarakat.

Bersamaan dengan pembukaan FDC Solo, klinik juga menggelar kegiatan sosial berupa cek gigi gratis berbasis AI, konsultasi dokter, serta penyerahan bantuan sosial bagi komunitas difabel berdaya Solo Raya dan Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Darul Falah Solo Baru. (E-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *