
KOPERASI konsumen berpeluang memperluas peran dalam perdagangan nasional dan internasional melalui pengembangan produk, diversifikasi usaha, serta kemitraan lintas negara.
Peluang tersebut turut dijajaki Koperasi Kana melalui partisipasinya dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, yang mempertemukan pelaku usaha domestik dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Pameran perdagangan yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, itu menghadirkan 1.873 peserta pameran dan mencatat 16.885 calon pembeli terdaftar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.092 pembeli berasal dari 134 negara. Ajang yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan itu menargetkan transaksi sebesar US$17,5 miliar atau sekitar Rp313,34 triliun.
Besarnya potensi transaksi dan jangkauan pasar internasional menjadikan TEI sebagai salah satu kesempatan bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas akses perdagangan.
Dalam konteks tersebut, keikutsertaan Kana menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas bisnis koperasi melalui pengembangan portofolio produk dan pembukaan jaringan kemitraan baru.
Presiden Komisaris Kana Group Jonathan Danang Wardhana mengatakan TEI 2026 memberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk dan menjajaki kerja sama dengan pelaku usaha dari berbagai negara.
“TEI mempertemukan kami dengan banyak pelaku usaha dari berbagai negara. Ini kesempatan sangat baik untuk memperkenalkan produk Kana dan membuka kerja sama baru. Kami ingin bisnis yang sudah kami bangun bisa berkembang lebih jauh, dengan jaringan dan pasar yang semakin luas,” ujar Jonathan, Jumat (16/10/2026).
Dalam pameran tersebut, Kana menggandeng PT Indogula Jayabaya, PT Kana Indonesia Industri, dan PT Pangan Jayabaya untuk memperkenalkan beragam produk. Portofolio yang dibawa meliputi minuman Shaucha dan Shaucha Premium, Duel, Kecap Merah Putih, sarden, kopi, hingga pelet sepah tebu.
Keragaman tersebut menunjukkan pengembangan usaha yang mencakup produk konsumsi hingga pemanfaatan hasil pertanian. Diversifikasi ini membuka peluang bagi Kana untuk menjajaki segmen pasar yang berbeda, sekaligus memperluas potensi distribusi dan kerja sama dengan mitra perdagangan.
Di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka, kemampuan pelaku usaha dalam membangun jaringan distribusi, menjaga kualitas produk, dan memenuhi kebutuhan pasar menjadi faktor penting untuk memperluas jangkauan bisnis. Bagi koperasi, upaya tersebut juga berkaitan dengan kemampuan mengembangkan usaha secara berkelanjutan tanpa meninggalkan kepentingan anggota.
Jonathan menegaskan pertumbuhan bisnis Kana perlu berjalan beriringan dengan penguatan kepercayaan anggota dan mitra usaha. Menurut dia, keberhasilan koperasi tidak semata-mata diukur dari besarnya skala bisnis, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada para anggotanya.
“Kami ingin Kana tumbuh menjadi koperasi yang kuat secara bisnis dan dipercaya sebagai mitra usaha. Bagi kami, pertumbuhan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya usaha, tetapi juga dari manfaat yang bisa diberikan kepada anggota. Keduanya harus berjalan bersama,” katanya.
Melalui TEI 2026, Kana berupaya mempertemukan potensi produk dan jaringan usaha yang telah dikembangkan dengan peluang perdagangan yang lebih luas. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan koperasi melalui diversifikasi produk, perluasan kemitraan, dan penguatan daya saing untuk menjangkau pasar nasional maupun internasional.(H-2)
