Singapura Siaga, Kabut Asap Karhutla Diperkirakan Makin Parah 3-4 Pekan
Ilustrasi(Foto Xinhua)

Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah Indonesia yang menyelimuti Singapura diperkirakan bertahan selama tiga hingga empat pekan ke depan. Pemerintah Singapura bersiaga dan memperingatkan warganya soal kualitas udara yang berpotensi mencapai level berbahaya seiring memburuknya kondisi kabut asap pada Jumat (16/10).

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu mengatakan perkembangan kabut asap masih bergantung pada kondisi cuaca. Karena itu, kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu, termasuk memburuk hingga ke tingkat yang membahayakan kesehatan.

“Bergantung pada kondisi cuaca, kualitas udara diperkirakan berfluktuasi, termasuk kemungkinan mencapai tingkat berbahaya,” kata Fu, Jumat (16/10), seperti dilaporkan CNA.

Pemerintah memperkirakan kondisi mulai membaik menjelang periode peralihan musim pada akhir Oktober atau awal November. Pada periode tersebut, angin di sekitar Singapura cenderung lebih lemah sehingga berpotensi mengurangi masuknya kabut asap karhutla dari Indonesia.

Diperkirakan, perubahan arah angin saat monsun timur laut mulai bertiup dari utara hingga timur laut sekitar awal Desember diperkirakan membawa kabut asap menjauh dari Singapura.

Sebelum kondisi membaik, kualitas udara di sejumlah wilayah justru mengalami penurunan dalam semalam. Indeks Standar Polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) 24 jam pada Jumat mencapai kategori sangat tidak sehat di tiga wilayah.

Singapura bagian tengah menjadi wilayah pertama yang memasuki kategori tersebut pada tengah malam. Angka PSI di kawasan itu kemudian melonjak hingga 227 pada pukul 09.00 waktu setempat, menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini, sebelum turun tipis menjadi 226 pada pukul 13.00 waktu setempat.

Menghadapi memburuknya kualitas udara, pemerintah Singapura mempercepat distribusi masker N95 bagi warga. Fu mengatakan seluruh mesin penjual masker yang disiapkan pemerintah ditargetkan beroperasi penuh pada Jumat malam.

Hingga saat itu, sekitar 10% warga yang berhak menerima masker telah mengambil jatah mereka. Program distribusi dimulai pada Rabu lalu. Masker N95 disediakan secara bertahap di sejumlah titik pengambilan yang telah ditentukan.

Pelaksanaan distribusi sempat menghadapi kendala. Sejumlah lokasi dipadati antrean panjang dan mengalami kebingungan dalam proses pengambilan sedangkan beberapa titik lainnya mengalami kekosongan stok untuk sementara.

Pemerintah Singapura memastikan persediaan masker masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hanya saja, meningkatnya permintaan menyebabkan masker tidak tersedia di sejumlah gerai tetapi stok masih tersedia di gudang peritel maupun cadangan pemerintah.

“Saya ingin memastikan kepada semua warga bahwa persediaan masker mencukupi,” ujar Fu.(H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *