
POLDA Jawa Timur menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan guna mengungkap peristiwa meninggalnya empat orang dan dua luka saat memadamkan api saat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di area Bukit Kembang, Desa Pucuk Sari, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (15/10).
“Tim olah TKP dari Reskrim Polres untuk melakukan olah TKP dan saat ini personel kami dari Polres Probolinggo kabupaten juga melakukan penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abast di Surabaya, Jumat (16/10).
Selain itu, menurutnya, Tim Inafis juga sudah diturunkan, termasuk tim olah TKP. Petugas mengumpulkan barang bukti di lapangan untuk mengungkap penyebab dari p[peristiwa tersebut.
“Secara pastinya tentu nanti kita melihat situasi apakah akan menurunkan tim Labfor ataupun tim backup dari Direktorat Reskrimum maupun Reskrimsus. Yang pasti sebagian tim sudah dilapangan,” katanya.
Ditanya penyebab awal kebakaran. Kabid Humas mengatakan, saat ini masih dilakukan penjagaan termasuk menyiagakan petugas untuk antisipasi api muncul lagi, karena itu belum bisa memastikan apakah penyebab dari kebakaran itu secara pasti.
Semenara itu, petugas gabungan yang menjadi korban waktu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bertambah jadi empat orang.
Petugas keempat yang dilaporkan meninggal dunia itu adalah Hendra Rony Wagiyanata seorang Manggala Agni Pemula pada Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I, Balai Besar TNBTS.
Cak Panda sebelumnya merupakan satu dari tiga korban selamat yang mengalami luka bakar serius akibat terjebak dalam kepungan api di kawasan Mentigen, Probolinggo.
Tim medis telah berupaya maksimal untuk menyelamatkan nyawa korban setelah dilakukan evakuasi oleh rekan-rekannya. Namun karena mengalami luka bakar parah, Panda akhirnya meninggal dunia.(FL/E-4)
