Gaya Hidup Hijau Makin Mudah, Mobil Listrik Kini Bisa Diisi Daya Cuma 5 Menit
Ilustrasi(MI/RIFALDI PUTRA IRIANTO)

DI tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan perubahan iklim, tak sedikit masyarakat yang mulai mengubah gaya hidup mereka jadi lebih ramah lingkungan. Salah satu langkah paling signifikan adalah semakin banyaknya masyarakat yang beralih dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik (EV).

Kendati kendaraan listrik saat ini semakin banyak ditemukan di sejumlah wilayah di Indonesia, tetapi jumlahnya belum sebanding dengan kendaraan konvensional. Masih ditemukannya sejumlah masalah pada kendaraan EV, seperti waktu pengisian daya yang lama dan antrean panjang di stasiun pengisian seringkali menjadi penghalang masyarakat beralih ke kendaraan listrik

“Mungkin sebagian dari kita kerap melihat antrean di SPBU walaupun panjang tapi cepat sekali terurai atau cepat selesai. Sedangkan di SPKLU, antreannya terasa jauh lebih lama. Bayangkan, jika proses pengisian daya bisa secepat dan praktis seperti mengisi bensin di SPBU. Pengemudi EV bisa kembali menikmati gaya hidup berkendara yang tenang, fleksibel dan serba praktis,” kata Head of Aftersales BYD Motor Indonesia, Ubaedilah dalam keterangan pers, Rabu (14/10).

Dia menjelaskan bahwa, merujuk pada data yang dimiliki perusahaannya, saat ini rasio pengisian daya untuk kendaraan listrik di Indonesia masih menantang, di mana satu charger pada stasiun pengisian rata-rata harus melayani 140 unit EV dengan waktu tunggu mencapai 60 menit.

Teknologi Blade Battery Gen 2 

Kabar baiknya, masa depan mobilitas hijau kini hadir lebih cepat dan praktis, kecemasan pengguna kendaraan listrik terkait waktu pengisian daya yang lama akan segera teratasi. Dua teknologi yakni Blade Battery generasi kedua dan teknologi Flash Charging pun diperkenalkan BYD, di mana pengguna hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk mencapai 75% (dari 10%) dan hanya butuh waktu 9 menit untuk mencapai 100%.

Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Richard Li, mengungkapkan bahwa Blade Battery generasi kedua adalah perangkat baterai yang akan hadir pada kendaraan listrik terbaru BYD ataupun Danza, Dikembangkan melalui penelitian intensif selama enam tahun, Blade Battery generasi kedua dari BYD memadukan kemajuan dalam hal kepadatan energi, efisiensi transfer ion, dan manajemen termal ke dalam satu desain terintegrasi, dengan tiga tujuan utama pengisian daya lebih cepat, jarak tempuh lebih jauh, dan tingkat keselamatan ekstra.

“Kami menyebutnya baterai tenaga paling canggih di dunia, dan kami benar-benar membawanya ke Indonesia,” ujar Richard Li. “ Lewat teknologi ini, pertanyaanya sekarang bukan lagi soal mendorong masyarakat mengadopsi kendaraan EV, melainkan membuat kepemilikan EV semulus dan senyaman memiliki kendaraan konvensional,” tegasnya.

Teknologi Flash Charging

Sebagai pelengkap teknologi Blade Battery generasi kedua, stasiun pengisian kendaraan listrik Flash Charging turut dihadirkan, dirancang untuk menghadirkan performa pengisian daya yang sangat cepat. Sistem ini menawarkan daya pengisian hingga 1.500 kW melalui satu konektor tunggal dan mengusung desain overhead unik berbentuk huruf T yang sekaligus meniadakan berbagai aspek kurang praktis dalam proses pengisian ulang. 

“Selain desainnya yang unik, Kami juga memiliki pistol pengisi daya dengan teknologi zero-gravity. Silakan rasakan sendiri, bobotnya hanya setara dengan tiga botol air mineral. Jadi, pengguna perempuan pun dapat mengoperasikannya dengan mudah. Selain itu, tersedia fitur plug-and-charge, sehingga pengguna tidak perlu memindai kode atau membuka aplikasi. Cukup colokkan pistol pengisi daya, dan proses pengisian daya bisa langsung dimulai. Sangat mudah,” jelas Richard Li.

Singatnya, Blade Battery generasi kedua dirancang untuk mendukung pengisian daya berdaya tinggi melalui jalur transfer ion yang dioptimalkan dan hambatan internal yang lebih rendah, sementara Flash Charging menyediakan sistem penyaluran daya yang dirancang untuk memaksimalkan kapabilitas pengisian daya. Kedua teknologi ini bersinergi membentuk pendekatan terintegrasi untuk pengisian daya berkecepatan tinggi.

Dengan hadirnya kedua teknologi ini tidak menutup kemungkinan akan semakin memperlancar transisi gaya hidup ramah lingkungan dalam kaitannya penggunaan EV di Indonesia. Melalui teknologi baterai dan pengisian daya yang revolusioner, masyarakat kini bisa tetap produktif, tetap fleksibel, namun tetap berkontribusi nyata bagi kelestarian bumi Indonesia. (H-20



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *