Menhaj: Umrah dengan Penerbangan Langsung ke Madinah dan Jeddah Masih Aman
ilustrasi(Antara)

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf memastikan bahwa layanan penerbangan langsung (direct flight) bagi jemaah umrah Indonesia menuju Madinah dan Jeddah saat ini masih dalam kondisi aman. Pernyataan ini merespons kekhawatiran terkait meningkatnya eskalasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya serangan kelompok militer Houthi asal Yaman ke Bandara Riyadh, Arab Saudi.

Gus Irfan, sapaan akrab Menhaj, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada gangguan jadwal penerbangan yang signifikan pada rute-rute utama menuju dua kota suci tersebut.

“Sampai hari ini penerbangan direct masih aman, tidak ada delay 1-2 jam. Inshaallah masih aman,” ujar Gus Irfan di Jakarta, Kamis (15/10).

Imbauan Waspada untuk Penerbangan Transit

Meski jalur langsung dinyatakan aman, Menhaj tetap memberikan peringatan bagi calon jemaah umrah yang menggunakan maskapai dengan rute transit. Ia meminta jemaah dan penyelenggara perjalanan untuk lebih cermat memantau situasi di titik-titik transit di luar Madinah dan Jeddah.

“Tetap berhati-hati, terutama jemaah umrah yang harus transit ke daerah-daerah tertentu, itu harus dicermati,” tegasnya.

Senada dengan Menhaj, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak sebelumnya juga telah menyarankan agar jemaah Indonesia memprioritaskan penerbangan langsung dari tanah air menuju Jeddah atau Madinah guna meminimalisasi risiko dampak konflik regional.

“Kemenlu dan kami Kemenhaj menghimbau agar jemaah Indonesia memilih penerbangan direct ke Madinah atau Jeddah. Otoritas Kerajaan Arab Saudi juga menyatakan kondisi aman dan safety untuk jemaah umrah,” kata Dahnil.

Belum Ada Larangan Perjalanan

Hingga saat ini, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI bersama otoritas Arab Saudi belum mengeluarkan keputusan untuk melarang perjalanan ke Arab Saudi. Aktivitas ibadah umrah masih berjalan normal dengan pengawasan ketat terhadap situasi keamanan.

Pemerintah Indonesia pun berharap agar seluruh pihak yang terlibat dalam konflik di Timur Tengah dapat menahan diri guna menghindari perang terbuka yang lebih luas.

“Kami berharap semua pihak di Timur Tengah menahan diri, jangan terjebak dengan perang terbuka yang justru akan merugikan semua pihak. Apalagi langsung atau tidak langsung pasti berdampak terhadap aktivitas ibadah umat Islam di Tanah Suci,” pungkas Menhaj. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *