
KEBAKARAN hebat yang dipicu oleh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melanda permukiman padat penduduk di Dusun Serdang, Desa Jelurung 2, Kabupaten Bangka Selatan. Peristiwa tragis ini tidak hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga melenyapkan harta benda warga, termasuk seluruh peralatan sekolah milik ratusan anak di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, mengonfirmasi bahwa berdasarkan pendataan terkini, terdapat ratusan anak yang kehilangan sarana belajar mereka akibat si jago merah.
“Kami sudah mendata ada 210 anak terdampak karena peralatan sekolahnya habis terbakar,” ujar Debby pada Kamis (15/10).
Menurut rincian data, dampak terbesar dirasakan oleh siswa tingkat Sekolah Dasar (SD). Lokasi SDN 7 yang berdekatan dengan titik kebakaran menjadi faktor banyaknya siswa dari sekolah tersebut yang menjadi korban.
| Jenjang Pendidikan | Jumlah Anak Terdampak |
|---|---|
| PAUD | 12 Anak |
| SD (Mayoritas SDN 7) | 163 Anak |
| SMP | 23 Anak |
| SMA | 12 Anak |
| Total | 210 Anak |
Hingga saat ini, anak-anak korban kebakaran belum dapat kembali mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. Pemerintah daerah memprioritaskan pemulihan psikologis para siswa melalui program trauma healing.
“Masih kami lakukan trauma healing, jadi belum belajar,” ungkap Debby. Ia juga mengetuk pintu hati berbagai pihak untuk menyalurkan bantuan, khususnya kebutuhan mendesak bagi anak-anak seperti pakaian sekolah, sepatu, tas, dan buku-buku agar mereka bisa segera kembali bersekolah.
Data Kerusakan dan Pengungsian
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Provinsi Bangka Belitung, skala kerusakan akibat bencana ini cukup masif. Tercatat sebanyak 267 rumah dari 274 Kepala Keluarga (KK) mengalami dampak langsung. Total warga yang terdampak mencapai 1.096 jiwa.
- SDN 7 Simpang Rimba: 123 jiwa
- Posko Rumah Warga (3 titik): 168 jiwa
- Total Warga Mengungsi: 291 jiwa
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berupaya melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian guna memastikan kebutuhan dasar para pengungsi, terutama anak-anak dan lansia, dapat terpenuhi selama masa pemulihan pascabencana. (Z-1)
