
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk segera bertemu dan mengakhiri perang di Ukraina.
“Yang saya tahu, Zelenskyy dan Putin harus bertemu dan mengakhiri perang yang konyol itu,” kata Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih menuju Ohio, Selasa (13/10) WIB.
Trump menyoroti besarnya korban jiwa yang terus berjatuhan sebagai alasan utama mendesaknya kesepakatan damai.
“Bulan ini, mereka kehilangan 32.000 orang dalam perang itu dan ini konyol. Jadi, mereka harus bertemu dan menyelesaikannya,” tambah Trump.
Sebelumnya, Trump mengklaim bahwa Rusia dan Ukraina telah menyepakati penghentian segera serangan terhadap infrastruktur energi satu sama lain. Meski pihak Rusia dan Ukraina secara terbuka membantah klaim tersebut, Trump tetap bersikeras bahwa kesepakatan sudah terjadi.
“Mereka sepakat. Anda tahu kenapa? Karena saya mengatakan, ‘Kalian setuju’, itulah alasannya. Mereka setuju karena saya mengatakan mereka setuju, dan masalah itu harus diselesaikan,” tegasnya saat ditanya wartawan mengenai perbedaan pernyataan tersebut.
Trump meyakini kedua pemimpin sebenarnya ingin menghentikan konflik, namun terhalang rasa saling benci. Ia juga menilai Putin menunjukkan minat yang lebih besar untuk berunding dibandingkan Zelenskyy.
“Saya kira sebenarnya Putin lebih ingin membuat kesepakatan daripada Zelenskyy,” tutur Trump.
Saat menghadiri kampanye di Ohio pada hari yang sama, Trump kembali menegaskan optimistisnya meski mengakui tantangan berat di lapangan. Menurutnya, mencapai kesepakatan seharusnya mudah, tetapi kebencian mendalam di antara kedua pemimpin membuat prosesnya relatif sulit.
“Kebencian langsung muncul di antara kedua pemimpin. Namun, kami juga akan mencapai kesepakatan itu,” pungkasnya. (AntZ-1)
