
NAKHODA kapal wisata KM Feronia, Isran, mengungkapkan detik-detik terbaliknya kapal yang dikemudikannya hingga tenggelam di perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/10).
Isran menduga, kapal wisata jenis pinisi berbobot 51 gross ton (GT) tersebut terbalik setelah dihantam arus laut kencang dari sisi kiri. Padahal, kondisi cuaca di lokasi saat kejadian dilaporkan cerah.
Saat hantaman arus terjadi sekitar pukul 14.30 WITA, para tamu diketahui sedang berada di dek atas (upper deck), sementara satu orang lainnya berada di dalam toilet.
Di tengah situasi darurat tersebut, Isran mengaku langsung memusatkan perhatiannya untuk menyelamatkan para penumpang dengan membuka rakit penolong (liferaft).
“Saya fokus kepada tamu. Saya buka liferaft, tamu naik, sudah itu saja,” ujar Isran, Selasa (13/10).
Keberadaan satu orang penumpang yang hilang baru disadari setelah Isran dan tim melakukan penghitungan terhadap seluruh orang yang berhasil dievakuasi. Korban yang hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan tersebut diketahui merupakan seorang dive master yang akrab disapa Jessica.
KM Feronia sendiri bertolak dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo menuju Dermaga Pulau Rinca sejak pukul 08.00 WITA dengan mengangkut total 30 orang, terdiri dari 25 penumpang dan lima anak buah kapal (ABK).
Terkait insiden ini, Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, membenarkan dugaan bahwa hantaman arus kencang menjadi penyebab kecelakaan, seraya menegaskan bahwa KM Feronia sebenarnya dinyatakan layak laut dan memiliki dokumen lengkap. Pihak berwenang kini masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. (Z-1)
