
UNIVERSITAS Widyatama Bandung mendorong hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi agar tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi mampu diterapkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Upaya itu diwujudkan melalui Festival Kampus Berdampak: Luaran Tridharma dan Produk Inovasi bertema Merayakan Karya, Menginspirasi Dampak di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Widyatama, Selasa (13/10).
Festival tersebut menjadi ajang bagi sivitas akademika untuk memamerkan hasil penelitian, produk inovasi, serta program pengabdian kepada masyarakat yang dikembangkan melalui kegiatan akademik di kampus. Berbagai produk berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi ditampilkan, salah satunya teknologi 3D printing dari Program Studi Teknik Mesin. Teknologi ini memungkinkan mahasiswa merancang komponen melalui desain digital, kemudian mencetaknya sesuai kebutuhan.
Rektor Universitas Widyatama, Dadang Suganda, mengatakan festival tersebut merupakan bagian dari upaya menghubungkan pengembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
“Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi tidak hanya berorientasi pada pengembangan teori, tetapi juga perlu menghasilkan produk dan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara langsung,” ujarnya.
Menurut Dadang, hasil penelitian perguruan tinggi perlu didorong hingga tahap produksi dan komersialisasi agar memiliki nilai guna sekaligus berpotensi memberikan manfaat ekonomi.
Salah satu fokus inovasi yang dikembangkan Universitas Widyatama ialah pengelolaan sampah. Melalui Program Studi Teknik Mesin, kampus tersebut telah menghasilkan alat pengolahan sampah yang diharapkan dapat mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan. Namun, pengembangan teknologi perlu diiringi edukasi kepada masyarakat agar penerapannya berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kami ingin hasil ilmu yang dikembangkan tidak berhenti pada teori, tetapi juga menghasilkan produk yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” terangnya.
Dadang menyebut, Universitas Widyatama terus mendorong dosen menghasilkan luaran penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kampus juga memberikan dukungan pendanaan untuk mengembangkan inovasi yang berpotensi diterapkan secara langsung di lapangan. Melalui festival tersebut, Dadang berharap karya dari berbagai program studi semakin dikenal masyarakat dan membuka peluang kolaborasi serta pengembangan inovasi di luar lingkungan kampus.
Teknologi untuk UMKM
Pemanfaatan hasil pengembangan teknologi kampus juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk berkontribusi terhadap kebutuhan dunia usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Widyatama, Riki Adianto menyatakan, keterlibatan mahasiswa dalam penggunaan teknologi 3D printing berfokus pada perancangan desain komponen hingga proses pencetakan. Teknologi tersebut memungkinkan mahasiswa membantu pelanggan membuat komponen berdasarkan desain dan kebutuhan tertentu.
“Mahasiswa dapat membantu membuat desain sekaligus mencetak komponen sesuai kebutuhan pelanggan. Kalau ada permintaan untuk mencetak desain tertentu, kami bisa membantu membuat desainnya sekaligus mencetaknya,” ungkapnya.
Selain teknologi pencetakan tiga dimensi, Program Studi Teknik Mesin turut memamerkan sejumlah perangkat lain, antara lain mesin filtrasi air, simulator gempa, mesin pencacah sampah, dan mesin pembersih kontak. Secara keseluruhan, sekitar tujuh alat diperkenalkan dalam festival tersebut. Riki berharap berbagai inovasi itu dapat terus dikembangkan agar menjangkau lebih banyak pengguna. Selain mendukung kegiatan usaha, teknologi yang dipamerkan juga berpotensi membantu kebutuhan pengujian di laboratorium.
Riki mencontohkan mesin filtrasi air yang berpeluang dikembangkan untuk membantu masyarakat di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih.
“Saya menilai, pemanfaatan teknologi yang tepat dapat membantu kegiatan usaha sekaligus mendukung kebutuhan pengujian di laboratorium. Kami juga berharap alat filtrasi air dapat dikembangkan untuk membantu masyarakat di wilayah yang masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih,” tuturnya.
Melalui Festival Kampus Berdampak, Universitas Widyatama menegaskan pentingnya mendorong hasil Tridharma Perguruan Tinggi agar menghasilkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat dan memiliki peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan. (E-2)
