Analitik Data Dijajaki untuk Tingkatkan Pemahaman terhadap Kebutuhan Nasabah
Ilustrasi(Dok istimewa )

PEMANFAATAN analitik data dijajaki untuk membantu industri perbankan memahami karakteristik dan kebutuhan nasabah, sekaligus mendukung pengembangan produk, pengelolaan risiko, dan peningkatan efisiensi operasional.

Penjajakan tersebut dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Teradata Indonesia dan PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk di The Langham Jakarta, Selasa (13/10).

Direktur Korporat Bank Woori Saudara Dandy Indrawarhana Pandi mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi pemanfaatan teknologi data yang sesuai dengan kebutuhan bisnis perbankan.

“Tujuan utama kolaborasi ini adalah menjajaki pemanfaatan analitik data untuk mendukung pengembangan bisnis Bank Woori Saudara,” ujar Dandy dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, sejumlah bidang yang akan dijajaki meliputi analisis nasabah, manajemen risiko, penilaian kredit, dan efisiensi operasional. Pemanfaatan data juga diharapkan membantu bank memahami karakteristik nasabah untuk mengembangkan produk dan layanan yang lebih relevan.

Selain teknologi, kerja sama tersebut mencakup penjajakan pertukaran pengetahuan dan pengembangan kemampuan sumber daya manusia. Langkah ini ditujukan agar pengembangan teknologi selaras dengan kebutuhan bisnis dan strategi jangka panjang perusahaan.

Di sisi lain, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) mendorong perusahaan untuk berfokus pada manfaat bisnis yang terukur. Chief Revenue Officer Teradata Richard Pettley mengatakan, perhatian perusahaan kini mulai bergeser dari tahap eksperimen menuju penerapan teknologi yang memberikan hasil nyata.

“Para pemimpin perusahaan ingin mengetahui di mana AI dapat menghasilkan dampak yang terukur dan seberapa cepat manfaat tersebut dapat diperluas,” kata Richard.

Menurut dia, kedaulatan data, tata kelola yang kuat, serta fleksibilitas dalam memilih infrastruktur teknologi juga menjadi perhatian penting bagi perusahaan dalam mengembangkan AI.

Teradata menghadirkan Autonomous Knowledge Platform yang mencakup pengelolaan konteks bisnis untuk AI, pengembangan aplikasi AI, pencarian berbasis AI, tata kelola model, serta akses data di lingkungan komputasi awan maupun infrastruktur lokal.

Richard mengatakan, pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan perusahaan mengoptimalkan data dan pengetahuan yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun untuk mendukung analisis dan pengambilan keputusan.

Melalui penjajakan kerja sama ini, kedua perusahaan akan mengevaluasi kebutuhan dan prioritas bisnis sebelum menentukan peluang implementasi yang relevan. Proses tersebut juga mempertimbangkan tata kelola, manajemen risiko, dan kesiapan sumber daya manusia. (E-4)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *