
PEMERINTAH Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tengah mempercepat normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) sepanjang 16 kilometer. Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 sebagai langkah strategis meminimalisir risiko banjir akibat pendangkalan sungai di wilayah utara Bekasi.
Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyatakan bahwa normalisasi ini sangat krusial untuk memperlancar aliran air menjelang musim hujan. Fokus utama pengerjaan mencakup wilayah Kecamatan Sukawangi, Tambun Utara, hingga Cibitung yang selama ini rentan terdampak luapan air.
“Pekerjaan normalisasi terus kita kebut. Kemarin saya sudah meninjau Bendung Kedung Gede (BKG) di Pebayuran, sekarang Kali CBL di Tambun Utara. Semoga hasilnya optimal dan mampu meminimalisir dampak banjir,” ujar Asep dilansir dari Antara, Selasa (13/10).
Pengerjaan dilakukan secara maraton dengan rincian dua segmen utama: tujuh kilometer dari Tambun Utara menuju muara pesisir, serta sembilan kilometer dari Cikarang Barat hingga Tambun Utara. Sebelum pengerukan, Pemkab Bekasi juga telah menertibkan bangunan liar di sepanjang bantaran untuk mengembalikan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS).
Sekretaris Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) Kabupaten Bekasi, Denny Rusnandi, menjelaskan bahwa proyek ini dibagi menjadi dua paket besar. Segmen pertama meliputi Desa Kalijaya hingga Jembatan Pulo Puter yang ditargetkan tuntas 29 Desember 2026. Sementara segmen kedua, dari Jembatan Pulo Puter menuju Desa Sukamekar, ditargetkan selesai pada 28 Oktober 2026.
Denny mengungkapkan bahwa Kali CBL mengalami sedimentasi tinggi karena belum pernah dinormalisasi sejak pertama kali dibangun. Kondisi ini menyebabkan penyempitan badan sungai yang menghambat aliran air dari berbagai saluran pembuangan warga.
Selain fokus pada fisik sungai, Plt. Bupati Asep Surya Atmaja juga menekankan pentingnya penyerapan anggaran infrastruktur. Ia menargetkan penyerapan anggaran pada Dinas SDA-BMBK mencapai minimal 97 persen hingga akhir tahun guna memastikan seluruh program pembangunan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Dalam dua bulan ke depan, saya akan kembali turun ke lapangan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan tepat waktu dan sesuai spesifikasi kontrak,” tegas Asep. (Ant/Z-10)
