Kemenhut Pantau 542 Titik Panas Karhutla di Enam Provinsi Prioritas
Sebaran titik panas di Indonesia(Dok.BMKG)

MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa pemerintah tengah memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui empat pilar utama: operasi udara, kekuatan operasi darat, partisipasi masyarakat, dan penegakan hukum tegas bagi pelanggar.

Data terbaru dari Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) hingga Senin (12/10) pukul 21.00 WIB menunjukkan adanya peningkatan signifikan aktivitas titik panas. Secara nasional, terdeteksi 1.085 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) berdasarkan pantauan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20.

Lonjakan Titik Panas di Wilayah Prioritas

Di enam provinsi prioritas, tercatat total 542 titik panas high confidence, melonjak tajam sebanyak 304 titik dibandingkan hari sebelumnya yang hanya 238 titik. Berikut adalah rincian sebarannya:

  • Kalimantan Tengah: 227 titik (naik dari 74)
  • Sumatra Selatan: 147 titik (naik dari 121)
  • Kalimantan Selatan: 113 titik (naik dari 15)
  • Kalimantan Barat: 31 titik (naik dari 24)
  • Jambi: 24 titik (naik dari 4)
  • Riau: Nihil

Menhut Raja Juli Antoni menekankan pentingnya konsistensi operasi di lapangan, berkaca pada penanganan di Hutan Lindung Liang Anggang, Kalimantan Selatan. Di lokasi tersebut, Manggala Agni bersama TNI, Polri, dan relawan melakukan kombinasi pemadaman darat-udara serta pembasahan lahan melalui kanal.

“Pengalaman di Kalimantan Selatan menunjukkan pentingnya mempertahankan operasi secara konsisten hingga kondisi benar-benar aman,” ujar Raja Juli, Selasa (13/10).

Fokus pada Lahan Gambut dan Kualitas Udara

Pemerintah memberikan perhatian khusus pada wilayah Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah, terutama di area lahan gambut. Karakteristik gambut yang dapat menyimpan bara di bawah permukaan tanah meski api di atas sudah padam menuntut proses pendinginan (cooling) yang lebih intensif.

Selain pemadaman, pemerintah memantau dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat melalui konsentrasi PM2,5. Saat ini, kualitas udara di sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, beberapa titik di Sumatra dan Kalimantan telah masuk kategori tidak sehat, sangat tidak sehat, hingga berbahaya.

Imbauan Kesehatan: Masyarakat di wilayah terdampak disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan dan wajib menggunakan masker. Perhatian ekstra perlu diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis.

Perlindungan Satwa Liar

Kementerian Kehutanan juga aktif melakukan penyelamatan satwa liar yang kehilangan habitat akibat api. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan evakuasi mandiri jika menemukan satwa yang terluka atau masuk ke permukiman, melainkan segera melaporkannya kepada petugas berwenang untuk penanganan profesional.

Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan alami di wilayah terdampak seperti Kalimantan Selatan baru akan konsisten pada pertengahan November, sehingga kesiapsiagaan seluruh unsur satgas tetap menjadi prioritas utama dalam sebulan ke depan. (H-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *