IHSG Melemah ke 5.914 akibat Tensi Geopolitik dan Ekspektasi Inflasi Global
IHSG Melemah ke 5.914 akibat Tensi Geopolitik dan Ekspektasi Inflasi Global.(Dok. Antara)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (13/10) pagi bergerak melemah di tengah meningkatnya eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran inflasi global. IHSG dibuka terkoreksi 21,17 poin atau 0,36% ke posisi 5.914,98, sementara indeks LQ45 turun 0,30% ke level 589,10.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menjelaskan bahwa indeks saat ini berpotensi menguji level support 5.839. Jika pelemahan berlanjut, IHSG berpeluang menuju area gap di rentang 5.805-5.774. Sebaliknya, jika terjadi penguatan, target terdekat berada pada level 5.973-5.995.

Sentimen negatif global dipicu oleh memburuknya situasi keamanan di Timur Tengah setelah Arab Saudi melaporkan serangan drone dan rudal terhadap infrastruktur energi dan bandara Riyadh. Selain itu, ketegangan antara Rusia dan Ukraina yang menyasar fasilitas gas dinilai mengancam stabilitas pasokan energi dunia, yang pada akhirnya memicu kekhawatiran lonjakan inflasi.

Investor kini bersikap hati-hati menanti data inflasi Amerika Serikat (AS) periode September 2026. Data ini menjadi krusial karena akan memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Fed. Pernyataan sejumlah pejabat The Fed seperti Christopher Waller dan Susan Collins turut menjadi perhatian pasar untuk memetakan prospek moneter ke depan.

Di dalam negeri, pemerintah didorong untuk segera merealisasikan insentif fiskal bagi kelas menengah guna menjaga daya beli. Meskipun anggaran perlindungan sosial dalam RAPBN 2027 naik menjadi Rp549,9 triliun, efektivitasnya sangat bergantung pada ketepatan sasaran kebijakan, seperti perluasan PPh Pasal 21 DTP dan subsidi transportasi publik.

Selain itu, pelaku pasar mencermati implementasi PMK Nomor 71 Tahun 2026 yang memprioritaskan pembayaran pokok utang pajak. Kebijakan ini diharapkan dapat memperbaiki arus kas wajib pajak, terutama sektor UMKM, tanpa menghapus kewajiban pokok utang mereka.

Kondisi bursa regional Asia pagi ini mayoritas memerah. Indeks Nikkei turun 0,10%, Shanghai melemah 0,96%, dan Hang Seng terkoreksi 0,84%. Pelemahan terdalam dialami indeks Kospi yang anjlok hingga 6,30%, sementara Straits Times menjadi salah satu yang mampu menguat tipis 0,42%. (Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *