
PANGERAN Archie dan Putri Lilibet dilaporkan telah menyesuaikan diri dengan kehidupan baru mereka di Inggris. Hampir tujuh minggu setelah Pangeran Harry dan Meghan Markle memutuskan kembali ke Britania Raya bersama anak-anak mereka, proses adaptasi kehidupan lintas Samudra Atlantik tersebut berjalan lancar.
Pihak perwakilan keluarga mengungkapkan fokus utama Duke dan Duchess of Sussex setelah tiba di Inggris pada 26 Agustus lalu adalah memastikan kebiasaan harian serta pendidikan anak-anak mereka berjalan stabil.
“Anak-anak telah menyesuaikan diri dengan baik dan itulah hal terpenting baginya,” ujar seorang sumber terkait kondisi Meghan.
“Setelah pertama kali tiba di Inggris, fokus mereka adalah membangun rutinitas dan memastikan anak-anak settled di sekolah. Sekarang mereka berdua antusias untuk lebih fokus pada pekerjaan dan proyek-proyek yang penting bagi mereka,” lanjut sumber tersebut.
Perpindahan ini menjadi perubahan besar bagi Archie yang berusia 7 tahun dan Lilibet yang berusia 5 tahun, mengingat mereka menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di Montecito, California. Archie dan Lilibet mulai bersekolah di Inggris pada September. Memasuki hari kedua persekolahan, keduanya sempat berpindah sekolah akibat kekhawatiran terkait keamanan serta kendala logistik perjalanan harian.
Kini, keluarga tersebut menikmati suasana pedesaan Inggris. Meghan membagikan beberapa momen melalui akun Instagram pribadinya, termasuk video yang memperlihatkan Archie dan Lilibet sedang menikmati jalan-jalan di jalur berpepohonan. Dalam unggahan lain, tampak aktivitas keluarga seperti Lilibet yang belajar bersepeda didampingi Archie, hingga Pangeran Harry yang mengajak anak-anaknya memancing di atas perahu.
Pangeran Harry turut memberikan konfirmasi mengenai kondisi anak-anaknya saat berbicara kepada media Kanada, CTV, usai menghadiri acara amal di dekat Toronto.
“Anak-anak bahagia di sekolah, dan itu memberi saya kesempatan untuk benar-benar fokus pada Invictus di Birmingham,” ujar Pangeran Harry.
Dalam kelas daring MasterClass miliknya bertajuk Redefining Grief: Building Resilience Through Loss yang dirilis 8 Oktober, Pangeran Harry mengungkapkan upayanya untuk tidak menghabiskan waktu lebih dari 10 hari jauh dari istri dan anak-anaknya.
“Faktor terbesar bagi saya adalah energi, kegembiraan, dan kebahagiaan yang saya dapatkan saat bersama keluarga, terutama anak-anak kami, serta kegembiraan dan kebahagiaan yang saya dapatkan dari pekerjaan saya di lapangan,” ungkapnya. “Dan kunci untuk menemukan keseimbangan kegembiraan dan kebahagiaan itu adalah tidak lebih dari 10 hari jauh dari istri dan anak-anak saya.”
Keputusan untuk pindah kembali ke Inggris didasari keinginan Pangeran Harry agar anak-anaknya dapat memahami negara tempat ia tumbuh besar. Di sisi lain, Meghan juga merasa beruntung anak-anak mereka dapat mengenal budaya dari kedua pihak keluarga, mengingat ibunya, Doria Ragland, serta kerabat lainnya masih menetap di California.
Anak-anak tersebut juga dilaporkan telah bertemu kembali dengan kakek mereka, Raja Charles, pada musim panas lalu. Momen tersebut menjadi pertemuan pertama sang raja dengan cucu-cucunya dari pasangan Sussex dalam waktu lebih dari empat tahun.
Meski telah menetap dan memiliki kediaman di Inggris, pasangan Harry dan Meghan tetap mempertahankan rumah mereka di Montecito serta properti liburan di Portugal. Keluarga ini juga berencana menghabiskan liburan Thanksgiving dan Natal mendatang bersama Doria Ragland. (People/Z-2)
