Pertamina Normalisasi Penyaluran Pertalite di Pulau Timor, Antrean di Kupang Masih Mengular
Mobil tangki Pertamina menurunkan BBM di SPBU Jalan WJ Lalamentik, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (12/10) setelah sebelumnya terjadi kelangkaan akibat keterlambatan tanker pertamina.(MI/PALCE AMALO)

ANTREAN kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite masih terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (12/10) hingga pukul 19.00 Wita.

Kondisi ini terjadi setelah sebelumnya pasokan Pertalite sempat mengalami keterlambatan yang mengakibatkan kelangkaan BBM di SPBU mulai dari Kupang hingga Atambua. Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan masih mengular, salah satunya terpantau di SPBU kawasan Kelurahan Tuak Daun Merah.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan bahwa penyaluran Pertalite di seluruh SPBU di Pulau Timor telah kembali normal pada Senin (12/10). Normalisasi dilakukan menyusul tibanya kapal pengangkut BBM di Integrated Terminal (IT) Tenau pada Sabtu (10/10).

Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa penyaluran kini diprioritaskan bagi SPBU yang mengalami peningkatan konsumsi guna menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

Ahad memaparkan, potensi keterlambatan kedatangan kapal sebelumnya memicu penyesuaian pola penyaluran ke sejumlah SPBU. Selain kendala logistik, permintaan Pertalite juga meningkat akibat peralihan sebagian konsumen dari Pertamax karena perbedaan harga.

Untuk menjaga kesinambungan pasokan di wilayah Atambua hingga Timor Tengah Utara (TTU), sebagian pasokan dialihkan melalui IT Tenau. Skema ini menyebabkan waktu pengiriman BBM ke SPBU sedikit lebih lama dibandingkan pengiriman reguler melalui Fuel Terminal (FT) Atapupu.

Pertamina memastikan seluruh SPBU di Pulau Timor tetap beroperasi. Penyaluran jenis BBM lain seperti Biosolar, Pertamax, dan Pertamina Dex dilaporkan berjalan normal dengan suplai harian yang terjaga. Perusahaan juga menyediakan Pertamax sebagai alternatif bagi konsumen di tengah tingginya permintaan Pertalite.

“Kami terus memantau perkembangan kebutuhan BBM di lapangan, termasuk peningkatan konsumsi di wilayah timur Pulau Timor. Kami juga mengoptimalkan koordinasi operasional untuk mempercepat pasokan melalui kapal penyuplai serta memastikan ketersediaan Pertamax bagi masyarakat,” ujar Ahad.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina menambah armada mobil tangki melalui skema spot charter. Penambahan ini difokuskan untuk mempercepat pengiriman BBM, khususnya di koridor Kupang hingga Atambua.

Pertamina Patra Niaga berkomitmen terus memantau stok di setiap SPBU dan mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan serta tidak melakukan pembelian berlebihan agar pelayanan tetap tertib. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *