Trump Impor Solar Rusia, Cabut Sanksi demi Tekan Harga BBM
Donald Trump dan Vladimir Putin.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan langkah mengejutkan dengan memulai impor bahan bakar diesel atau solar dalam jumlah besar dari Rusia. Keputusan ini menandai pembalikan luar biasa dalam kebijakan luar negeri AS, saat pemerintahan Trump mencabut sanksi terhadap Moskow demi menekan lonjakan harga bahan bakar menjelang pemilihan sela pada 3 November mendatang.

Langkah yang diumumkan kurang dari satu bulan sebelum pemilu ini muncul saat harga bahan bakar yang tinggi akibat perang di Iran menjadi beban politik besar bagi Trump dan Partai Republik. Kesepakatan ini menjungkirbalikkan upaya bertahun-tahun AS untuk mengisolasi energi Rusia dari pasar global pasca-invasi ke Ukraina pada 2022.

Detail Kesepakatan Trump-Putin

Melalui unggahan di Truth Social pada 9 Oktober 2026, Trump menyatakan bahwa kesepakatan tersebut tercapai setelah diskusi yang sangat sukses dengan Presiden Vladimir Putin. Rusia dijadwalkan memasok 300.000 ton diesel segera, diikuti 1 juta ton pada November, dan total 3 juta ton dalam jangka pendek, tergantung pada kondisi kilang Rusia.

“Ini kesepakatan besar,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, sembari berterima kasih kepada Putin secara terbuka. Departemen Keuangan AS mengonfirmasi telah mencabut sanksi minyak Rusia untuk sementara hingga 7 April 2027.

Pihak Kremlin turut mengonfirmasi kesepakatan ini. Putin menyatakan keyakinannya bahwa langkah ini akan berdampak positif bagi ekonomi global secara keseluruhan.

Kritik Tajam dari Demokrat dan Ukraina

Keputusan ini memicu reaksi keras dari oposisi. Pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, menuduh Trump melakukan ‘kesepakatan dengan iblis’ demi menyelamatkan nasib politiknya yang terancam oleh tingginya harga diesel akibat kebijakan luar negerinya sendiri di Timur Tengah.

Kecaman juga datang dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia menegaskan bahwa pelonggaran sanksi tanpa deeskalasi yang jelas merupakan bentuk kelemahan. “Ini menguntungkan Rusia–memungkinkan mereka membunuh lebih banyak orang, memperpanjang perang, dan mengurangi rasa hormat terhadap Amerika,” tegas Zelensky.

Konteks Harga: Rata-rata harga solar nasional di AS telah melonjak hingga US$6,23 per galon (sekitar Rp97.000) akibat konflik dengan Iran, memberikan tekanan berat bagi petani di Midwest dan penduduk di wilayah terpencil seperti Alaska.

Efektivitas terhadap Harga BBM

Meski Trump optimistis, para ahli energi meragukan kebijakan ini dapat menurunkan harga secara signifikan sebelum pemilu November. Rebecca Babin, trader energi senior di CIBC Private Wealth, menilai volume awal yang tiba mungkin terlalu kecil untuk memberikan bantuan instan.

Patrick De Haan dari Gas Buddy memprediksi penurunan harga jangka pendek mungkin hanya berkisar 10 hingga 20 sen per galon. Ia menekankan bahwa dampak psikologis mungkin ada, tetapi kemampuan Rusia untuk memenuhi target impor tersebut masih perlu dibuktikan lebih lanjut.

Kesepakatan ini juga berpotensi merenggangkan hubungan dengan sekutu Eropa yang tetap mempertahankan sanksi ketat terhadap Rusia meskipun harus menghadapi harga solar rata-rata mencapai US$9,12 per galon. (USA Today/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *