
MEMILIH susu untuk anak usia 1–5 tahun memerlukan ketelitian orang tua dalam memahami label nutrisi. Berdasarkan rekomendasi World Health Organization (WHO), American Academy of Pediatrics (AAP), dan National Institutes of Health (NIH), kualitas susu sebaiknya dinilai dari kecukupan nutrisi esensial dan rendahnya kandungan gula, bukan sekadar klaim tambahan pada kemasan.
Daftar Nutrisi Prioritas dalam Susu Anak
Tidak semua kandungan dalam susu memiliki tingkat urgensi yang sama. Berikut adalah klasifikasi nutrisi berdasarkan fungsi utamanya bagi pertumbuhan anak:
| Nutrisi | Fungsi Utama | Prioritas |
|---|---|---|
| Protein, Kalsium, Vit D | Pertumbuhan otot, tulang, dan gigi | Sangat Tinggi |
| Zat Besi & Zinc | Kognitif dan fungsi imun | Sangat Tinggi |
| DHA, Iodium, Vit B12 | Perkembangan otak dan saraf | Tinggi |
| Prebiotik (GOS/FOS) | Kesehatan pencernaan | Tambahan |
Kebutuhan Gizi Harian Berdasarkan Usia
Data dari NIH Office of Dietary Supplements menunjukkan perbedaan kebutuhan nutrisi seiring bertambahnya usia anak. Perlu diingat bahwa angka ini adalah total kebutuhan dari makanan dan minuman, bukan hanya dari susu:
- Usia 1–3 tahun: Membutuhkan 700 mg Kalsium dan 7 mg Zat Besi per hari.
- Usia 4–8 tahun: Membutuhkan 1.000 mg Kalsium dan 10 mg Zat Besi per hari.
- Vitamin D: Kebutuhan tetap stabil di angka 15 mcg (600 IU) untuk kedua rentang usia tersebut.
Temuan Penting Riset Kesehatan
Beberapa poin krusial yang perlu diperhatikan orang tua berdasarkan temuan lembaga kesehatan dunia meliputi:
- ASI dan MPASI: WHO tetap merekomendasikan ASI hingga usia 2 tahun atau lebih didampingi MPASI yang adekuat.
- Susu Sapi: CDC tidak menganjurkan susu sapi biasa sebagai minuman utama sebelum usia 12 bulan karena risiko kekurangan zat besi.
- Gula Tambahan: WHO menyarankan asupan gula bebas kurang dari 10% energi harian. Laktosa alami dalam susu tidak termasuk kategori gula bebas yang harus dibatasi ketat.
- Toddler Formula: AAP menyatakan susu pertumbuhan tidak wajib jika anak sehat sudah mendapatkan pola makan seimbang.
Checklist Memilih Susu Anak:
- Pastikan sesuai dengan kelompok usia anak.
- Cek kandungan Protein, Kalsium, dan Vitamin D pada label.
- Pilih produk dengan gula tambahan rendah atau nol.
- Jangan hanya tergiur klaim DHA atau Probiotik tanpa melihat nutrisi dasar.
Sebagai kesimpulan, susu harus dipandang sebagai pendukung nutrisi, bukan pengganti makanan utama. Prioritaskan nutrisi dasar seperti protein dan kalsium sebelum mempertimbangkan bahan tambahan fungsional lainnya. (Ant/Z-10)
