Transaksi Pembayaran Digital Melonjak 273% pada Semester I 2026
Ilustrasi cashup.(Dok.Istimewa)

PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk atau cashUP (CASH) mencatatkan pertumbuhan jumlah transaksi sebesar 273% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi sekitar 1,90 juta transaksi pada Semester I 2026. Pada periode yang sama, volume penjualan (sales volume) perusahaan penyedia solusi pembayaran digital itu mencapai Rp1,19 triliun, tumbuh 257% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur cashUP Willy Chandry mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan penerimaan pasar terhadap solusi pembayaran yang ditawarkan perusahaan.

“Pencapaian Semester I 2026 menjadi momentum penting bagi cashUP dalam memperkuat transformasi bisnis. Pertumbuhan transaksi dan sales volume menunjukkan bahwa solusi yang kami hadirkan semakin diterima dan memberikan nilai bagi merchant,” ujar Willy dalam Public Expose 2026 pada 8 Oktober 2026.

Selain pertumbuhan transaksi, jumlah merchant atau mitra usaha cashUP mencapai 30.761 pada Semester I 2026, meningkat 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan juga membukukan laba kotor (gross profit) sebesar Rp19 miliar, tumbuh 21% secara tahunan.

Dalam pemaparan kinerja tersebut, cashUP menjelaskan bahwa pertumbuhan bisnis menjadi bagian dari transformasi model usaha untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital yang terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan merchant.

Perusahaan mengembangkan berbagai layanan, mulai dari penjualan dan penyewaan perangkat pembayaran, layanan terkelola (managed services), hingga solusi transaksi digital. Pada Semester I 2026, penjualan dan penyewaan perangkat menyumbang 71% dari pendapatan, diikuti managed services sebesar 21% dan biaya transaksi (transaction fee) sebesar 8%.

Untuk memperluas jangkauan bisnis, cashUP juga memperkuat kemitraan strategis dengan sejumlah pihak dalam ekosistem pembayaran, termasuk GoTyme dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas jaringan usaha, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat keamanan transaksi.

Di sisi produk, cashUP mengembangkan sejumlah solusi pembayaran, antara lain cashUPay, mPOS, Soundbox Clip On, dan cashVM atau vending machine. Pengembangan produk tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan merchant dengan karakteristik usaha yang beragam.

Perusahaan juga mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendukung pengembangan materi dan strategi promosi. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan meningkatkan efektivitas komunikasi pemasaran.

Willy mengatakan, perusahaan akan melanjutkan transformasi melalui pengembangan produk, perluasan kemitraan, penguatan ekosistem merchant, dan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan operasional maupun pemasaran.

“Ke depan, kami akan terus memperluas ekosistem melalui inovasi produk, kemitraan strategis, dan pemanfaatan teknologi, dengan fokus membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” katanya.

Melalui strategi tersebut, cashUP menargetkan penguatan posisinya sebagai penyedia teknologi dan solusi pembayaran digital yang aman, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan merchant serta mitra bisnis.  (E-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *