
JAJARAN Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Kalimantan Barat (Kalbar) membantah keterlibatan dalam kegiatan Halaqoh Kebangsaan dan Silaturrahmi Alumni IKAPETE di Gedung MPR RI, serta pertemuan lanjutan di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, pada 8 Agustus 2026.
Klarifikasi tersebut disampaikan Rais Syuriyah PWNU Kalbar KH Muhammad Isma’il Ghofur, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Kayong Utara H. Nazril Hijar, Ketua PCNU Kota Pontianak Faruki, serta Rais Syuriyah PCNU Sanggau KH Nasri. Ia menyebut itu meluruskan simpang siur pemberitaan media yang mencantumkan nama para kiai Nahdliyin tersebut. Ghofur mengonfirmasi bahwa dirinya sama sekali tidak menghadiri agenda di Jakarta tersebut, baik lewat rombongan penerbangan Lion Air IU 691 maupun jadwal keberangkatan mandiri.
“Surat pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di sejumlah media yang mencantumkan nama saya seolah-olah mengikuti kegiatan tersebut,” kata Ghofur melalui keterangan tertulisnya, Jumat (9/10).
Senada, Nazril Hijar mengungkapkan bahwa pada tanggal 8 Agustus 2026 dirinya berada di daerah untuk menghadiri agenda keagamaan daerah. Nazril menjelaskan bahwa pada saat pertemuan di Jakarta tersebut berlangsung, dirinya tengah mengikuti penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara.
Ia menambahkan bahwa kehadirannya dalam rangkaian agenda penugasan organisasi hanya berfokus pada pelaksanaan Muktamar NU yang diselenggarakan pada 27–31 Agustus 2026 di arena resmi panitia, tanpa pernah menghadiri pertemuan di hotel mana pun di luar jadwal resmi organisasi.
“Demi marwah NU, kami tidak ingin terlibat dalam agenda yang dapat menimbulkan polemik dan mempertanyakan integritas proses Muktamar. NU adalah amanah besar yang harus dijaga kehormatan dan martabatnya,” tulisnya. (H-4)
